PHDI: Nyepi Tiga Hari Batal, Hanya Imbauan Saja

Editor: Makmun Hidayat

DENPASAR — Akhirnya, polemik terkait rencana nyepi tiga hari pada tanggal 17,18,19 mendatang dibatalkan. Keputusan ini ditentukan dari hasil rapat paruman yang dilakukan oleh Majelis Desa Adat (MDA) dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Kantor PHDI Jalan Ratna, (8/4/2020).

Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menjelaskan, dari hasil rapat paruman Madya Sipeng Eka Brata Desa Adat Bali memutuskan tidak ada Nyepi 3 hari. Jadi selama ini yang berkembang di medsos tersebut menurut Sukahet itu hanya sebatas rencana saja.

Dikatakan, bahwa Sipeng Eka Brata batal dilaksanakan namun diubah menjadi imbauan dengan tetap mentaati aturan pemerintah dan kepolisian Polda Bali.

“Kita putuskan tidak ada Nyepi 3 hari,” ujarnya saat ditemui disela-sela rapat Rabu (8/4/2020).

Menurutnya saat ini dilakukan adalah mari bersama-sama mengingatkan masyarakat Bali untuk lebih menjaga kesehatan, menjaga kebersihan diri, mewajibkan memakai masker, tidak berpergian atau melaksanakan kegiatan yang tidak penting (social distancing) dan yang paling terpenting agar bersama – sama memohon kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai kepercayaan dan keyakinan masing-masing sehingga wabah virus corona (Covid-19) di dunia dan khususnya di Bali terputus dan hilang sehingga kegiatan masyarakat normal kembali seperti semula.

Untuk kegiatan upacara keagamaan khusus umat Hindu agar tetap dilaksanakan di rumah masing-masing dan tetap mengikuti peraturan pemerintah dan imbauan Kepolisian.

Sementara itu, Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana menjelaskan, sedianya  keputusan masalah Nyepi 3 hari akan disampaikan setelah paruman di PHDI Bali. Namun setelah mendengarkan aspirasi yang ada Untuk itulah dilakukan paruman agar keputusannya bersama serta mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak.

Lihat juga...