Penderita Covid-19 di Indonesia Tembus 2.092 dan 191 Meninggal
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyebutkan, jumlah pasien positif virus corona (Covid-19) terus bertambah dari hari ke hari.
Data terbaru Gugus Tugas hingga hari Sabtu, 4 April 2020 pukul 12.00 WIB mencapai 2.092 kasus positif Covid-19 di Indonesia, bertambah 106 dari hari sebelumnya sebanyak 1.986 kasus.
“Perkembangan kasus Covid-19 hingga hari ini, Sabtu 4 April 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah kasus bertambah menjadi 2.092 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Ini artinya ada bertambah 106 kasus dibandingkan sebelumnya sebanyak 1.986 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, saat jumpa pers terkait perkembangan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4/2020).
Yuri mengatakan selama periode Jumat (3/4/2020) hingga hari ini Sabtu (4/4/2020) ada penambahan pasien yang sembuh dari Covid-19 sebanyak 16. Dimana jumlah total pasien yang sembuh adalah 150 dari sebelumnya sebanyak 134 orang.
Sementara itu, kata Yuri untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia hingga hari ini berjumlah 191 orang, dari hari sebelumnya sebanyak 181 orang. berarti, kata Yuri penambahan jumlah orang yang meninggal hari ini, yakni 10 orang.
Sebelumnya, hari Jumat 3 Maret 2020, jumlah positif Covid-29 adalah 1986, pasien yang dinyatakan sembuh 134 orang dan yang meninggal 181 orang. Pemerintah menyatakan kasus sembuh dari infeksi virus corona terus bertambah setiap harinya.
“Hal ini menjadi bukti bawah penularan di masyarakat kita masih terus terjadi di sekitar kita. Kita tentu berharap masyarakat mengikuti imbauan untuk hidup sehat,” sebutnya.
Yuri selalu mengingatkan pentingnya social distancing atau menjaga jarak kepada masyarakat dan saling mengingatkan serta saling mengawasi.
Selain itu Yuri, menekankan kembali beberapa langkah yang harus diperhatikan secara serius oleh semua pihak terhadap upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Pertama yaitu social distancing atau mengambil jarak antar individu. Harus diimplementasikan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di kehidupan rumah tangga.
“Kedua, pola hidup bersih dan sehat atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Kita dapat melakukannya, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Selanjutnya rapid test secara massal, yakni pencarian yang mengidap penyakit ini dilakukan sehingga tidak menjadi sumber penularan di masyarakat,” ujarnya.