Masyarakat Diimbau Tinggal di Rumah, Konsumsi LPG di Sumbagsel Turun
PALEMBANG – PT Pertamina (Persero) Wilayah Sumatera Bagian Selatan mencatat, konsumsi LPG menurun, di tengah imbauan agar masyarakat beraktivitas di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Rifky Rakhman Yusuf mengatakan, imbauan tetap di rumah itu berkontribusi terhadap penurunan konsumsi gasoline sebanyak 6,7 persen dan gasoil sebanyak 0,8 persen.
Sementara konsumsi LPG, produk subsidi tabung tiga kilogram, mengalami penurunan 3,1 persen. Dan LPG jenis nonsubsidi untuk rumah tangga naik 14,5 persen. “Analisa kami, kenaikan ini disebabkan adanya perubahan pola masak di rumah yang meningkat,” tandasnya.
Di tengah pandemi COVID-19 ini, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel berupaya menjamin kelancaran penyaluran BBM jenis Gasoline maupun Gasoil hingga keseluruh pelosok daerah Sumbagsel.
Sebanyak 483 layanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), 369 Agen, dan lebih dari 15 ribu pangkalan LPG, 6 Fuel Terminal (FT) dan 2 Integrated Terminal (IT), serta 6 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di wilayah Sumbagsel tetap beroperasi untuk melayani masyarakat. Perusahaan juga meningkatkan kewaspadaan dan upaya preventif medis pada garda terdepan penyaluran BBM ke konsumen, melalui koordinasi dengan SPBU-SPBU dan seluruh stakeholder.
Untuk kesiapan stok di Fuel Terminal dan Integrated Terminal, diyakini dalam kondisi aman. Total stok saat ini untuk produk Gasoline (Pertaseries yang terdiri dari Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) sebesar lebih dari 62 ribu liter. Dan total stok produk Gasoil (Solar/BioSolar, Dexlite dan Pertamina Dex) sebanyak lebih dari 52 ribu liter.
Selain itu, PT Pertamina (Persero) menjamin, operasional kilang minyak berjalan normal meski perusahaannya merapkan imbauan pemerintah mengenai pengurangan risiko paparan virus corona di lingkungan kerja. Perusahaan telah mengatur mekanisme dan pola kerja, terutama untuk operasi kilang, sehingga kebutuhan energi masyarakat di wilayah Sumatera Bagian Selatan dapat terpenuhi. “Masyarakat tak perlu khawatir karena seluruh proses bisnis perusahaan tetap berjalan normal seperi biasa,” tandasnya.
Berdasarkan data, hingga triwulan I 2020, capaian produksi minyak dan gas per hari di kilang Pertamina Refinery Unit III Plaju diantaranya memproduksi Premium 13.2 MBCD (million barrel per calender day/juta barel per hari kalender), Bio/Solar 37.8 MBCD, Pertamax 7 MBCD, dan LPG 401 TCD (ton per calender day).
Jika melihat stok dan ketahanan produksi per 31 Maret 2020, pada produk Premium mencapai 193 MB (million barrel/juta barel) yang dapat menjamin kebutuhan lebih dari 10 hari kedepan. Kemudian, Bio/Solar sebesar 382 MB untuk 5 hari, Avtur 9 MB dan Pertamax 107 MB, untuk memenuhi kebutuhan dalam kurun lebih dari 10 hari. Begitu pun pada pasokan produk LPG 1.337 MT (metric ton), yang dipastikan aman untuk 4 hari kedepan. (Ant)