Masa Corona Dermaga Bom Kalianda Tetap jadi Favorit Liburan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Warga di sekitar Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) masih memanfaatkan waktu senja di area dermaga Bom Kalianda.
Sebagai salah satu pusat wisata kuliner di ibukota Lamsel itu, pandemi Corona Virus (Covid-19), tidak menyurutkan warga berkumpul.

Nani, salah satu warga setempat mengaku tetap menerapkan protokol kesehatan meski ada di tempat terbuka.
Wanita yang bekerja di salah satu perusahaan swasta itu mengaku tetap bekerja dari rumah (work from home) sejak sebulan terakhir. Namun rasa jenuh berada di rumah (stay at home) membuat ia memilih pergi ke dermaga Bom.
Area amphiteater dengan bentuk bulatan berundak seperti tangga dan dua payung besar jadi daya tarik. Sebagian warga dan dirinya yang berada di lokasi itu tetap mengenakan masker.
Menjaga jarak sosial (social and physical distancing) menurut Nani tetap dilakukan. Ia beralasan berada di tepi laut, memandang suasana senja saat matahari terbenam atau sunset memberi energi positif baginya.
Terlebih dalam masa pandemi Corona ia dianjurkan menjaga kesehatan dengan berpikir positif, melakukan hal positif untuk meningkatkan imunitas tubuh.
“Berada di rumah terus membuat saya tegang atau stres namun dengan berada di tepi pantai dermaga Bom ini pikiran saya fresh dan udara pantai yang mengandung garam juga bagus untuk pernapasan tentunya dengan menerapkan jaga jarak,” ungkap Noni saat ditemui Cendana News, Minggu (19/4/2020).
Noni menyebut ia juga tidak setiap hari berkunjung ke dermaga Bom Kalianda. Sebab hanya setiap akhir pekan bersama anak dan sang suami. Kunjungan ke dermaga Bom sekaligus menjadi kesempatan baginya untuk membeli ikan laut segar.
Sebab konsumsi ikan yang masih segar hasil tangkapan nelayan menjadi berbagai olahan bisa meningkatkan daya tahan tubuh.
Warga lain bernama Ujang menyebut memilih menghabiskan waktu dengan memancing. Menggunakan teknik poper ia duduk pada pemecah gelombang dari batu yang disusun.
Meski melakukan aktivitas di luar selama masa pandemi Corona, ia memastikan tetap menjaga jarak dengan orang lain. Terlebih pemancing yang memiliki hobi sama dengannya kerap berasal dari wilayah lain.
“Memancing di tepi pantai menurut saya sangat tepat karena bisa memberi hal positif bagi saya, bisa juga menjauh dari kerumunan,” yakinnya.
Selama masa pandemi Corona Ujang juga menyebut, pemancing tidak seramai sebelumnya. Sebagai warga di sekitar Kalianda ia memanfaatkan waktu jelang senja untuk memancing.
Saat tidak mendapat hasil tangkapan ia bahkan masih bisa membeli ikan di tempat pelelangan dan pasar ikan higienis. Kegiatan memancing menurutnya sekaligus rekreasi untuk menghindari interaksi dengan orang lain.
Penyedia mainan anak-anak bernama Dadang menyebut ia tidak bisa menutup usahanya. Sebab sebagai satu-satunya sumber penghasilan menyewakan mainan anak-anak jadi sumber mendapatkan uang.

Meski masa pandemi Corona ia masih mendapat hasil dengan jumlah yang lebih sedikit. Sebab normalnya sehari saat akhir pekan penyewa mainan berupa kuda dan mobil-mobilan mencapai 50 orang kini hanya 20 unit.
Dadang menyebut di kawasan tersebut juga belum diberlakukan penutupan. Sebab kawasan Dermaga Bom menjadi pusat penjualan ikan laut. Keberadaan pasar ikan higienis dan sejumlah pedagang sayuran, kebutuhan pokok menjadikan kawasan itu selalu ramai.
Meski ramai sejumlah pengunjung dominan memakai masker dan di sejumlah titik disediakan tempat cuci tangan memakai sabun.