Lalin Kendaraan di Jalinsum-JTTS tak Terpengaruh Larangan Mudik

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Arus lalu lintas kendaraan roda empat dan roda dua di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tidak terpengaruh larangan mudik. Hal yang sama terjadi di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar, Lampung. Sejumlah kendaraan pribadi dengan nomor kendaraan asal Jawa masih terlihat turun dari kapal di Pelabuhan Bakauheni.

Personel gabungan Polda Lampung, Dinas Perhubungan di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni melakukan proses disinfeksi bagi kendaraan yang melintas. Sejumlah kendaraan tetap diperbolehkan melintas di JTTS serta Jalinsum. Sejumlah cek poin yang dibangun oleh Polres Lamsel menjadi tempat pengecekan kendaraan yang melintas dalam upaya pencegahan Covid-19.

Kapolsek Penengahan, AKP Hendra Saputra menyebut cek poin didirikan mulai dari pintu masuk Sumatera hingga perbatasan dengan wilayah lain. Cek poin yang didirikan sebanyak 15 pos di Jalinsum dengan personel siaga selama 24 jam. Cek poin pertama disebutnya ada di area Pelabuhan Bakauheni selanjutnya ada di wilayah hukum Polsek Penengahan.

“Larangan mudik sesuai instruksi Presiden tetap dijalankan sehingga keberadaan cek poin bersamaan dengan Operasi Ketupat Krakatau yang bertujuan untuk menjaga ketertiban lalu lintas di jalan raya,” terang AKP Hendra Saputra saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (25/4/2020).

Kapolsek Penengahan AKP Hendra Saputra (kanan) siaga di lokasi cek poin tepat di depan pintu tol gerbang Bakauheni Utara dan Jalinsum untuk penyekatan kendaraan mudik, Sabtu (25/4/2020). -Foto Henk Widi

Cek poin di tepi Jalinsum Desa Hatta diakuinya tepat berada di depan gerbang tol Bakauheni Utara. Pemeriksaan diakuinya bersifat situasional karena kendaraan yang melintas di Jalinsum terlihat masih lengang. Sejumlah kendaraan yang melintas didominasi dari wilayah Lampung Selatan dan sekitarnya. Sejak pemberlakukan larangan mudik kendaraan asal Jawa jarang terlihat.

Keberadaan cek poin disebutnya menjadi tempat untuk memberi imbauan kepada pengendara. Imbauan yang diberikan meliputi penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun. Kendaraan pengangkut penumpang dianjurkan menjaga jarak dengan tempat duduk yang dibatasi untuk pencegahan Covid-19.

“Kendaraan asal Jawa yang masuk Sumatera melewati sejumlah pemeriksaan dan alat penyemprot disinfektan otomatis,” tutur AKP Hendra Saputra.

Amir, petugas DPC Organda khusus Bakauheni menyebut meski ada larangan mudik, sebagian penumpang asal Merak tujuan Bakauheni masih ada. Penumpang tersebut umumnya telah minta dijemput oleh keluarganya yang memakai motor dan mobil pribadi. Sebab larangan mudik menurutnya tidak serta merta membuat pelabuhan ditutup.

Layanan kapal roll on roll off (Roro) sebanyak 22 unit disebutnya masih dioperasikan. Namun layanan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sementara tidak dioperasikan. Meski demikian dalam kondisi darurat saat penumpang banyak unit bus siap untuk disiagakan. Sekitar belasan angkutan pedesaan dan travel menurutnya masih melakukan layanan meski jumlah penumpang terbatas.

“Bus, travel dan angkutan pedesaan selalu siaga jika ada penumpang turun dari Jawa asal Sumatera tetap terlayani,” cetusnya.

Beroperasinya sejumlah kendaraan penumpang disebutnya sangat penting. Sebab sebagian penumpang asal Jawa yang berasal dari daerah non Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Zona Merah Covid-19 tetap harus mendapat layanan kendaraan. Atas kesepakatan dengan pengemudi sejumlah penumpang memilih membayar dua kali lipat karena kursi yang kosong.

Tetap beroperasinya kendaraan yang menyeberang menggunakan kapal juga terjadi di JTTS. Hanung Haninditio, Kepala Cabang PT Hutama Karya (HK) selaku pengelola ruas JTTS Bakauheni-Terbanggibesar mengaku tetap mengoperasikan JTTS. Meski ada larangan mudik operasional tol dari Lampung hingga Sumatera Selatan tetap berjalan normal.

Ia menyebut pihaknya  tidak bisa membatasi kendaraan jika dari Pelabuhan ASDP Bakauheni dan Pelabuhan BBJ masih melayani kendaraan. Hanung Haninditio juga menyebut selama satu bulan semenjak pandemi corona jalan tol yang dikelola HK sepi karena memang sudah tidak ada yang melintas.

“Meski ada penyekatan,larangan namun kendaraan yang melalui tol juga sudah sangat sepi,” tegasnya.

Meski demikian terkait aturan penyekatan kendaraan pihaknya tetap berkoordinasi dengan kepolisian. Meski belum ada penyekatan ia menyebut sejumlah kendaraan pribadi memilih melintas di Jalinsum. Hanya sejumlah kendaraan sembako dan logistik yang tetap melintas di tol. Sesuai skenario jika penyekatan dilakukan maka titik yang akan diterapkan berada di tiga titik.

Titik pertama cabang Tol Bakauheni-Terbanggibesar di gerbang Bakauheni Selatan dan Bakauheni Utara. Titik kedua cabang ruas tol Terbanggibesar-Kayu Agung di gerbang tol Kayu Agung,Simpang Pematang dan Lambu Kibang. Ruas tol Palembang-Indralaya dua titik penyekatan di gerbang tol Indralaya dan Palembang.

Lihat juga...