IKM di NTB Siap Pasokan Abon Ikan untuk JPS
MATARAM – Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Barat menyebut, 12 Industri Kecil Menengah (IKM) dan UKM di Pulau Lombok dan Sumbawa siap memenuhi kebutuhan abon ikan untuk program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.
JPS Gemilang di NTN menyasar warga terdampak COVID-19. “Direncanakan ada 12 IKM dan UKM nantinya akan memproduksi abon ikan, yang akan masuk sebagai salah satu jenis komponen paket sembako tahap dua yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin terdampak COVID-19 di NTB,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTB, H Yusron Hadi, Rabu (29/4/2020).
Menurut mantan Kepala Biro Organisasi Setda NTB tersebut, jumlah nelayan tangkap di NTB yang terdata mencapai 72 ribu orang. Jumlah itu belum termasuk nelayan garam dan nelayan olahan produk perikanan. Karena itu, sedari awal Dinas Sosial NTB diminta untuk melibatkan masyarakat nelayan dalam pemberian bantuan masyarakat terdampak COVID-19. “Kita paham program JPS Gemilang menyasar 105 ribu KK. Makanya, kenapa kita ajukan jauh-jauh hari data dan nama nelayan itu agar Dinas Sosial juga melakukan verifikasi terkait siapa nelayan yang pantas diberikan program bantuan paket sembako dari Pemprov NTB itu,” jelas Yusron.
Terkait isi abon ikan di paket JPS Gemilang, disebut Yusron, setiap paketnya akan di isi satu ons abon ikan. Teknisnya, untuk distribusi tahap kedua di gelombang awal akan dikover oleh IKM dari Kota Mataram dan Lombok Barat. “Sedangkan, gelombang berikutnya akan di kover oleh IKM dari Lombok Timur dan Sumbawa. Yang pasti, abon ikan ini barang baru yang kaya akan protein tinggi. Jadi, kita harapkan dengan ada permintaan pada IKM saat ini, maka industri ikutannya berupa tepung ikan juga akan mulai tumbuh di NTB,” tandasnya.
Gubernur-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalillah telah meluncurkan program JPS Gemilang, dalam rangka meminimalisir dampak ekonomi dan sosial atas wabah COVID-19 di NTB.
Bantuan ini menyasar masyarakat yang kurang mampu dan sektor formal dan informal terdampak COVID-19. Jumlahnya sebanyak 105 ribu KK. Bantuan diberikan dalam bentuk paket Sembako dan Suplemen-Masker, berupa beras 10 kg, telur 20 butir, minyak kelapa atau minyak goreng, susu kedelai, teh kelor, minyak kayu putih atau minyak cengkeh, sabun cair atau sabun batang, serta masker non medis.
Untuk nilai per paket JPS Gemilang Rp250 ribu. Diberikan perbulan kepada setiap kepala keluarga. JPS diberikan selama tiga bulan, mulai dari masa darurat COVID-19 dengan total pagu anggaran JPS mencapai Rp80 miliar. (Ant)