Hasil Survei Sebut Anak Senang Belajar di Rumah
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Di tengah riuhnya berita tentang Covid-19, ternyata anak Indonesia yang terwakili oleh Forum Anak Indonesia melihat sisi positifnya. Mereka melihat program Stay at Home menjadi sarana bagi mereka untuk bisa berinteraksi lebih banyak dengan keluarga.
Salah satu anggota Forum Anak Nasional, Desi (19), dari Lembang, menyatakan mendukung kegiatan Stay at Home.
“Ini kan untuk kebaikan semua. Yang penting adalah bagaimana memanfaatkan waktu di rumah untuk berkarya,” katanya dalam konpers online, Sabtu (11/4/2020).
Sementara, Nadhira (17) dari Kabupaten Bandung, mengaku menyukai sistem belajar jarak jauh yang menjadi bagian dari Stay at Home.

“Tidak perlu bangun pagi untuk siap-siap berangkat sekolah, bisa mengerjakan tugas dari rumah dan langsung mendapatkan nilai pada hari itu juga,” ujarnya.
Senada dengan Nadhira, Saripah (16) dari Kota Bandung menyatakan suka saat bisa mengerjakan tugas di luar jadwal yang biasanya.
“Terkadang ada tugasnya malam. Jadi ini berbeda, bisa mengerjakan tugas di luar waktu yang biasanya,” ungkapnya.
Sekretaris Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) , Eko Novi Ariyanti, menyatakan dari hasil survei yang dilakukan, terlihat anak-anak bisa memahami, bahwa gerakan Stay at Home merupakan hal yang sangat penting.
“Dari survei yang kita lakukan, ada 99 persen yang menyatakan Stay at Home ini sangat penting dan penting,” kata Eko, saat konpers online.
Survei ini, menurutnya dilakukan di 29 provinsi dalam rentang waktu 4 hari, yaitu 26-29 Maret 2020. “Sistemnya dengan mengisi formulir di google form. Dengan respondennya adalah anak berumur 8 hingga 17 tahun. Tapi, 90 persen yang mengisi adalah anak usia 14-17 tahun,” urainya.
Eko menyebutkan, dalam survei tersebut anak-anak sebagai responden mengajukan berbagai harapan dan pandangan mereka tentang Covid-19.
“Dari hasil survei, anak-anak mengharapkan ini menjadi momen perekat keluarga dan mereka juga berharap masyarakat untuk waspada, tapi bukan berarti menimbulkan rasa khawatir yang berlebihan. Dan, hasil survei juga menyatakan anak-anak mengharapkan agar semua orang menaati program Stay at Home,” pungkasnya.