Gadis Tujuh Tahun Positif Corona, Terpapar Transmisi Lokal di Jambi
JAMBI – Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun, asal Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, terkonfirmasi positif COVID-19. Dia diduga terpapar penyebaran lokal, dari anggota keluarganya yang juga positif dan memiliki riwayat perjalanan ke Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, anak perempuan itu memiliki kontak erat dengan anggota keluarganya yang positif corona. Saat ini pasien menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Kolonel Abun Jani di Bangko Kabupaten Merangin.
Johansyah menyebut, dari 32 orang pasien terkonfirmasi positif di Jambi, sebanyak 23 di antaranya terkait dengan pasien klaster Gowa. Yaitu mereka memiliki riwayat perjalanan ke Gowa Sulawesi Selatan. Dan dari klaster itu telah terjadi paparan lokal di anggota keluarga terdekat. Sehingga upaya tracking dilakukan secara intensif, terhadap orang-orang yang memiliki perjalanan ke Ijtima Ulama di Gowa tersebut.
Di Provinsi Jambi, diperkirakan jumlahnya jumlahnya mencapai ratusan orang. “Jadi kepada masyarakat yang mempunyai riwayat perjalanan ke Gowa atau orang yang pernah berinteraksi dekat, untuk jujur atas kondisi kesehatannya, dan terus memeriksakan diri di pusat layanan kesehatan di wilayah masing-masing,” kata Johansyah.
Tim Gugus Tugas akan kembali menelusuri atau melakukan kontak tracking terhadap pasien positif COVID-19 dari klaster Gowa. “Tim Gugus Tugas akan kembali melakukan kontak tracking terhadap pasien dari klaster Gowa di seluruh kabupaten dan kota dan masyarakat juga diminta jujur atas kondisi kesehatannya,” tandas Johansyah, Senin (27/4/2020).
Sementara itu Bupati Merangin, H Al Haris menyebut, pihaknya terus menindaklanjuti tracking kepada warga yang memiliki riwayat perjalanan ke Gowa Sulawesi Selatan. Tak hanya yang bersangkutan, namun juga keluarga dan orang-orang yang pernah kontak dekat.
“Adanya tambahan tujuh orang positif COVID-19, merupakan hasil dari upaya Gugus Tugas Penangana COVID-19 di Kabupaten Merangin dalam melakukan tracking ke pada mereka. Kita terus lakukan tracking ini dan meminta agar masyarakat membantu,” kata Al Haris.
Ada dua klaster paparan pasien terkonfirmasi positif di Merangin yakni klaster Bungo dan klaster Gowa. “Hasil idenfitikasi kami di lapangan, yang positif itu saudara kita yang pernah bepergian ke Gowa itu, sehingga kami terus melakukan pendekatan agar mereka semua bisa kami tes. Sedangkan dari pendatang tidak ada kasus, meski demikian kami memperketat pemeriksaan kepada pendatang,” kata Al Haris.
Terkait penanganan pasien terkonfirmasi COVID-19 di Merangin, menurut bupati semuanya saat ini menjalani isolasi di RSUD di Merangin. “Saya sudah melakukan koordinasi dengan tim kesehatan terkait kemampuan mereka menangani pasien positif ini untuk isolasi, dan tim kesehatan di sini menyatakan mampu dan siap menangani mereka,” kata Al Haris.
Al Haris meminta, warga Merangin tetap tenang dan tetap bahu membahu melewati kondisi ini. Ia meminta warganya untuk tetap disiplin mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah, mencuci tangan, phsycal distancing serta menghindari kerumunan massa.

Hal senada diungkapkan oleh juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah, yang juga mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah, jaga kesehatan selalu cuci tangan dan wajib menggunakan masker jika harus ke luar rumah. Serta mematuhi imbauan pemerintah terkait pelaksanaan ibadah selama bulan puasa.
Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini ada 302 orang. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 59 orang, yang didominasi klaster Gowa. Sementara pasien menunggu hasil uji lab sebanyak empat orang. (Ant)