Dermaga Bom Kalianda Tetap Jadi Pilihan Nikmati Senja

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Wabah Coronavirus (Covid-19) yang berimbas sejumlah sektor usaha tutup tidak memengaruhi kawasan dermaga Bom Kalianda. Pusat wisata kuliner, pusat pendaratan ikan, pasar ikan higienis itu masih jadi destinasi favorit nikmati senja. Sejumlah warga memilih menghabiskan waktu menikmati matahari terbenam bersama keluarga.

Novita, salah satu warga Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut setiap akhir pekan menghabiskan waktu di dermaga Bom. Tempat yang strategis untuk menikmati suasana sore sekaligus mencari ikan laut yang dijual pedagang. Ia menyebut meski tetap mematuhi imbauan tetap berada di rumah, namun memanfaatkan kesempatan keluar rumah.

Pilihan berada di kawasan dermaga Bom menjadi destinasi wisata favorit warga. Meski keluar rumah ia tetap menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker. Menikmati suasana di luar tetap dilakukan bersama keluarga menghindari kebosanan. Menikmati udara laut yang segar diakuinya sekaligus cara menjaga kesehatan.

“Biasanya saya ke dermaga Bom sekalian berbelanja ke pasar ikan higienis untuk kebutuhan sehari hari sembari menikmati suasana sore lalu pulang,suasana masih normal meski tidak seramai seperti dua bulan sebelumnya,” terang Novita saat ditemui Cendan News, Minggu (12/4/2020).

Novita (kiri) memanfaatkan waktu menikmati senja di pusat wisata kuliner dermaga bom Kalianda Lampung Selatan yang masih ramai dikunjungi warga, Minggu (12/4/ 2020). -Foto: Henk Widi

Novita menyebut lokasi yang jadi pilihan adalah amphiteater. Bundaran yang digunakan untuk menampilkan sejumlah kesenian itu memiliki dua payung besar. Memiliki sejumlah tempat duduk untuk menikmati suasana senja menjadikan tempat itu jadi favorit bagi pecinta fotografi. Berpadunya matahari senja dengan laut jadi buruan. Namun kondisi pusat wisata kuliner tidak seramai sebelum muncul Covid-19.

Lokasi dermaga Bom yang kerap ramai dikunjungi wisatawan dan cenderung sepi diakui Dadang. Penyedia jasa mainan anak anak berupa mainan kuda elektrik tersebut mengaku omzet menurun. Ia membandingkan dalam sehari pada kondisi normal ia menyewakan sebanyak 50 kuda mainan. Biaya sewa sebesar Rp20.000 persetengah jam membuat ia mendapat hasil Rp1juta.

“Sekarang sehari mendapat pelanggan sekitar 30 sudah cukup banyak bahkan kerap kurang karena sudah sepi,” cetusnya.

Minat orangtua yang mengajak anak anak untuk berlibur diakuinya mulai berkurang. Sebab selama masa pandemi Covid-19 ikut mempengaruhi keinginan orangtua untuk menyewa mainan anak anak. Meski dermaga Bom Kalianda masih jadi tempat favorit namun jasa penyewaan kuda mainan cenderung berkurang.

Hal yang sama dialami Nasrun pemilik usaha jasa kereta mini. Pada kondisi normal ia menyebut kereta mini yang disewakan bisa dinaiki sekitar 60 anak sehari. Semenjak wabah Covid-19 ia hanya mendapat pelanggan sekitar 30 anak bersama orangtuanya. Sejumlah orangtua yang membawa serta anak anak dengan membawa masker masih tetap menjadi pelanggannya.

Jasa naik kereta mini berkeliling area dermaga Bom Kalianda menurutnya tetap dijalankannya. Sebab ia beralasan jika tidak bekerja maka penghasilan bagi keluarganya tidak bisa diperoleh. Sejumlah tempat penjual kuliner di area dermaga Bom Kalianda yang masih tutup menjadi patokan. Sebab sejumlah tempat kuliner tersebut beroperasi dan melayani pengunjung yang datang ke kawasan dermaga Bom Kalianda.

Lihat juga...