Imbas Covid-19, Empat Hotel di Kota Bekasi Sudah Tutup
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Wabah Covid-19, telah mengoyak ekonomi pariwisata hampir seluruh wilayah Indonesia. Tak terkecui di Kota Bekasi, Jawa Barat, diketahui ada empat hotel telah dinyatakan tutup tidak beroperasi. Sementara sebagian lainnya, merumahkan karyawan dengan sistem bergantian.
“Ada empat hotel sudah tutup di Bekasi, seperti Amaris, Santika dan lainnya. Sebagian merumahkan karyawannya, dengan sistem bergantian masuk kerjanya,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Bekasi Tedi Hafni, kepada Cendana News, Minggu (12/4/2020).
Selain hotel, rumah makan skala besar juga banyak sudah tutup dan merumahkan karyawannya. Namun Tedi tidak bisa merinci jumlah orang terdampak dari penutupan tersebut. Ia hanya menjelaskan dampak dari Covid-19 sangat dirasakan di Kota Bekasi terutama di dunia pariwisata.
Menurutnya, sebagian besar hotel di wilayah Kota Bekasi, menggantungkan jumlah kegiatan baik pemerintah pusat, daerah maupun swasta. Tapi dengan wabah virus corona semua kegiatan serupa dilarang.
“Sekarang siapa yang mau ke hotel, jangankan ke hotel ke tempat lain saja khawatir,” tandas mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ini.
Dia menegaskan bahwa di Kota Bekasi saat ini semua tempat hiburan baik wisata milik pemerintah maupun swasta sudah ditutup. Begitu pun tempat kuliner mengalami hal sama ditutup tidak boleh melayani makan ditempat dan lainnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa menyambut penerapan PSBB di wilayah Kota Bekasi, Dinas Pariwisata telah menyiapkan imbauan baru untuk melarang melayani makan ditempat.
“Besok drafnya diajukan untuk ditandatangani wali kota. Sehingga setelah penerapan PSBB, rumah makan dilarang melayani makan di tempat,”tegas Tedi.
Dia pun berasumsi bahwa dampak Covid-19 sangat banyak karyawan dirumahkan, baik disektor pariwisata, kuliner, hiburan dna perhotelan di wilayah Kota Bekasi.
Namun demikian dia mengatakan bahwa kondisi lesunya sektor pariwisata yang terjadi tentu tidak di wilayah Kota Bekasi. Tedi menyebut tentu kondisi itu terjadi di semua wilayah Indonesia.
“Saya rasa kondisi yang terjadi di Bekasi merata, ditempat lain juga sama. Dan kembali saya tegaskan Covid-19 sangat memengaruhi dunia wisata,”ucapnya.
Sementara itu sebelumnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat (Jabar) telah mencatat ada 25 ribuan karyawan hotel dan tempat belanja yang dirumahkan. Disparbud Jabar mengakui ada 577 hotel tutup di tengah pandemi corona di wilayah setempat.
“Ada 575 hotel tutup, nanti juga karyawannya hampir 25 ribu itu dirumahkan sementara, tapi belum ada yang di-PHK,” kata Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik.