Cegah Corona, Masyarakat Yalimo Blokir Akses Masuk Trans Papua

Pohon yang ditebang untuk menutupi badan Jalan Trans Papua di Yalimo – Foto Ant

WAMENA – Masyarakat Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua, memblokir akses masuk bagi kendaraan barang dan penumpang yang selama ini masuk ke wilayah pegunungan tengah Papua melalui jalan trans Papua.

Pemblokiran dilakukan, sebagai upaya mencegah masuknya virus corona. Saat ini Pemerintah Jayawijaya telah menutup aktivitas penerbangan penumpang di Bandara Wamena ke pegunungan. Namun pada beberapa waktu lalu, masih ada beberapa oknum yang masuk ke pegunungan melalui jalan trans Papua.

Wakil Bupati Yalimo, Erdi Daby mengatakan, pemblokiran dilakukan dengan cara menebang pohon, untuk menutupi jalan trans Papua. Hal itu dilakukan di Kali Kill, Kabupaten Yalimo. “Dengan tindakan ini, kami sampaikan kepada masyarakat bahwa terkait isu yang beredar bahwa jalur darat masih terbuka itu tidak benar dan tim penanggulangan COVID Lapago sudah lihat penutupan akses,” katanya, Sabtu (18/4/2020).

Sementara distribusi kebutuhan sembilan bahan pokok, termasuk BBM untuk wilayah pegunungan Papua, termasuk Yalimo, semuanya melewati satu pintu di Bandara Wamena. “Untuk itu kami harap masyarakat tetap tenang, untuk bisa menghadapi dan mencegah penyebaran corona bersama,” tandasnya.

Pemerintah Yalimo disebutnya, telah mendirikan pos pengamanan di beberapa titik, misalnya di Distrik Benawa dan di Distrik Elelim. “Ada tim yang dibantu tokoh gereja, TNI, Polri dan Pemerintah Distrik Abenaho, untuk pengawasan pintu masuk antara Abenaho di Yalimo dan Jayawijaya,” jelasnya.

Ketua Tim Penanggulangan COVID-19 Wilayah Lapago, Marthin Yogobi mengatakan, kunjungan ke jalan trans Papua adalah untuk memastikan informasi yang beredar bahwa akses tersebut masih terbuka.

Wakil Bupati Jayawijaya tersebut mengatakan, pemerintah sedang membatasi akses masuk orang ke wilayah pegunungan tengah Papua, sehingga jalan transPapua juga harus ditutup untuk mencegah penyebaran COVID-19. “Pemalangan di Kali Kill, itu tandanya masyarakat inginkan jaminan keselamatan dari pengaruh virus corona,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...