Bekasi Batasi Jam Operasional Toko Retail dan Pasar Tradisional
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Dalam rangka mencegah penyebaran wabah Covid-19, toko retail di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, telah mengubah jam operasionalnya dengan tutup lebih awal pada pukul 20.00 WIB. Hal tersebut sesuai imbauan Pemerintah Kota Bekasi yang melarang toko retail di wilayahnya buka 24 jam, dalam rangka meminimalisir potensi penyebaran virus Corona.
“Kami mengikuti anjuran pemerintah untuk tutup lebih awal mulai pukul 20.00 WIB. Sepertinya konsumen sudah paham, tidak ada yang datang mendekati jam tutup,” ujar salah seorang penjaga toko retail berjejaring di wilayah Jatimekar, Sabtu (11/4/2020).
Dikatakan, selain tutup lebih awal, pelayanan juga lebih memperhatikan pedoman keselamatan dengan menyediakan hand sanitizer serta tisu basah khusus bagi pelanggan.
Pantauan Cendana News, pelayan retail sudah dilengkapi area keselamatan dengan mamasang pembatas dari plastik kepada konsumen. Juga menggunakan masker, sarung tangan dan lainnya.
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, membenarkan bahwa sesuai hasil pantauan tim forkopimda diketahui tidak ada lagi retail yang buka di atas pukul 20.00 WIB. Hal tersebut berdasarkan Surat edaran nomor 510/2329/Disdagperi, yang telah dikeluarkan awal bulan lalu.
Menurutnya, Pemkot Bekasi juga bersama TNI-POLRI terus melakukan patroli memastikan tidak ada lagi kegiatan setelah pukul 21.00 WIB.
Pemerintah Kota sudah menerapkan sistem transaksi daring atau pasar online, untuk pembelian barang kebutuhan pokok di pasar tradisional di wilayah setempat.
Pasar daring atau online ini merupakan upaya dari Pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19. Penyediaan program ini dimaksudkan agar masyarakat tetap aman saat berada di rumah.
“Pemkot sudah membuat sebuah program untuk masyarakat, dan masyarakat bisa memanfaatkannya untuk belanja secara jarak jauh (melalui smartphone) ,” ujar Kabag Humas Kota Bekasi, Sajekti Rubiah.
Konsumen memesan melalui koordinator atau WA ke pedagang, dengan menyebutkan jenis belanjaan dan alamat, selanjutnya koordinator akan menyiapkan barang sesuai pesanan untuk diantarkan melalui kurir/ojek ke alamat pemesan.
Pembayaran dilakukan setelah pesanan diterima oleh pemesan yang kemudian membayar melalui kurir/ojek secara tunai, berikut ongkos kirim.
“Misalnya, pilih Pasar Wisma Asri Bekasi Utara. Sesudah itu ada daftar pedagang-pedagang di Pasar Wisma Asri dan nomor teleponnya,” jelasnya.
Selanjutnya, masyarakat tinggal menghubungi dan melakukan negosiasi tawar-menawar dengan masing-masing pedagang. Setelah sepakat, barang yang dipesan akan diantarkan oleh ojek online.
Untuk mewujudkan cara ini, Pemkot Bekasi bekerja sama dengan 11 pasar tradisional di wilayah Kota Bekasi, seperti Pasar Kranji Baru, Harapan Jaya, Bantargebang, Jatiasih, Bintara, Wisma Asri, Atrium Pondokgede, Pasar Baru Bekasi,Teluk Buyung, Kranggan, Pasar Family Mart.
Ucok, pedagang di Pasar Tradisional Jatiasih, mengaku jumlah kunjungan di pasar turun drastis hingga 50 persen dibanding sebelumnya. Mereka yang ke pasar hanya untuk membeli kebutuhan pokok.
“Untuk belanja online, pedagang antusias sekali karena bisa membantu memasarkan dagangannya di kondisi yang sepi seperti sekarang ini,” katanya.