Bahaya Sinar Matahari bagi Odapus
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
JAKARTA — Kegiatan berjemur merupakan sesuatu hal yang biasa dilakukan oleh manusia. Tapi bagi penderita Lupus atau yang biasa disebut Odapus, terpapar matahari secara berlebihan akan mampu menimbulkan kekumatan.
Salah seorang blogger yang juga mantan wartawan, Sylviana mengungkapkan, jika terpapar matahari agak lama, di atas 10-15 menit akan menimbulkan badan meriang dan pencernaan kacau.
“Dibarengi juga dengan sakit perut melilit, demam dan lemas sampai tiga hari kemudian,” kata Sylvi saat dihubungi, Senin (27/4/2020).
Dengan alasan tersebut, Sylvi mengungkap, dirinya tidak mengikuti saran untuk berjemur untuk melawan paparan virus COVID 19 ini.
“Jika sampai muncul kendala, biasanya yang dilakukan ya tidur dan minum obat. Menunggu sampai flare-nya hilang,” ujarnya.
Selama masa pandemi ini, ia mengaku tidak kontrol ke dokter dan rumah sakit.
“Karena odapus lebih rentan terpapar covid karena sistem imun kami error. Untuk mencegah paparan, saya melakukan anjuran pemerintah yang lainnya, seperti social distancing, pakai masker, stay at home dan sebesar mungkin hanya mengkonsumsi makanan yang bergizi baik,” ucapnya.
Untuk kebutuhan obat, yang memang terus harus dikonsumsi oleh Odapus, Sylvi mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan selama masa pandemi ini.
“Kebetulan obat saya, ga susah didapatkan di masa COVID 19,” ungkapnya.
Prof Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM menyatakan, paparan sinar matahari memang mampu menimbulkan kekumatan bagi para penderita autoimun.
“Sinar ultraviolet yang terlalu lama bisa mengganggu sistem imunitas pada penderita autoimun,” katanya saat dihubungi secara terpisah.
Hal ini memang menjadi perdebatan. Dimana manusia membutuhkan sinar matahari untuk mengaktifkan pro vitamin D untuk menjadi vitamin D aktif di tubuh.
“Masing-masing jenis autoimun memiliki reaksi berbeda dengan sinar matahari. RA itu boleh untuk berjemur, Skeloris itu juga boleh. Tapi kalau Lupus itu tidak boleh sama sekali,” ujarnya.
Untuk menyiasati kebutuhan vitamin D pada penderita Lupus, Iris menyatakan biasanya akan ada resep untuk memenuhi kebutuhan mereka.
“Kalau Lupus kekurangan vitamin D, akan berat efeknya. Pemberian vitamin D pada pasien Lupus akan mencegah terjadinya osteoporosis,” pungkasnya.