179 Bekas Penumpang Kapal Lambelu Akan Jalani Rapid Test Covid-19 Tahap Dua

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur, akan melakukan rapid test ke dua terhadap 179 bekas penumpang kapal Pelni KM Lambelu. Bekas penumpang kapal tersebut saat ini sedang menjalani karantina terpusat di dua lokasi, yakni di gedung Sikka Convention Center (SCC) dan aula rumah jabatan Bupati Sikka.

“Kita rencanakan semua orang sebanyak 179 akan dilakukan rapid test, termasuk 7 orang dan 3 bayi yang belum ikut serta saat rapid test pertama,” kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Jumat (17/4/2020).

Petrus mengatakan, memang ada kesalahan jumlah bekas penumpang KM Lambelu seperti yang selama ini disampaikan dan didata, sehingga dirinya telah memerintahkan pendataan ulang kemarin, Kamis (16/4).

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, saat ditemui di media center Posko Covid-19, Jumat (17/4/2020). –Foto: Ebed de Rosary

Menurutnya, informasi awal penumpang 173 orang, sementara satu orang asal kabupaten Manggarai Timur yang sudah kembali ke daerahnya dijemput oleh pemerintah daerahya, sehingga jumlahnya 172.

“Kemarin saya meminta dilakukan pendataan lagi dan ternyata di dua lokasi karantina terpusat jumlahnya 179 orang. Yang di aula rumah jabatan bupati jumlahnya 39 dan di SCC 140 orang,” terangnya.

Terkait kesalahan jumlahitu, Petrus menjelaskan, ternyata saat diminta melapor ada orang yang tidak keluar dari ruangan dan tidak melapor, sehingga saat didata ulang jumlahnya 179.

Sebenarnya 7 orang ini terdata di manifest dan saat pemeriksaan kesehatan didata ulang baru ketahuan mereka selama ini berada di SCC, tetapi tidak mau melapor.

“Biasanya distribusi makanan lebih dari dapur umum posko, sehingga tidak mungkin 7 orang tersebut tidak makan meskipun tidak terdata,” ungkapnya.

Untuk seorang penumpang asal kabupaten Manggarai Timur yang sudah kembali ke daerahnya, lanjut Petrus, pihaknya akan melakukan rapid test tahap ke dua di daerahya.

Kalau saat rapid test hasilnya ada yang reaktif, maka pihaknya akan melanjutkan dengan pemeriksaan swab, guna memastikan apakah orang tersebut benar-benar negatif atau positif Covid-19.

“Kami masih memiliki stok rapid test sekitar 800, sisa dari bantuan Posko Covid-19 pusat sebanyak 1.000 rapid test,” bebernya.

Sementara itu Sekertaris Dinas Kesehatan kabupaten Sikka, dr. Clara Y. Francis, dalam pembekalan mengenai Covid-19 kepada wartawan di aula dinas kesehatan, mengatakan tidak semua orang dilakukan pemeriksaan rapid test.

Termasuk juga harus dilakukan pemeriksaan swab atau tidak, karena petugas medis akan melihat riwayat perjalanan dan rekam medik dari orang tersebut, termasuk gejala kesehatan yang sedang dialami.

Lihat juga...