Wuhan Memberi Harapan Penanggulangan Covid-19 Bisa Dilakukan
JAKARTA – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Ghebreyesus mengatakan, tidak adanya kasus baru positif COVID-19 di pusat penyebaran virus Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, memberi harapan bahwa krisis kesehatan itu dapat berakhir.
“Tiap nyawa yang hilang adalah tragedi, tetapi itu juga jadi motivasi untuk bekerja keras menghentikan penularan virus. Kita juga harus merayakan keberhasilan yang telah dicapai. Wuhan. Mereka melaporkan tidak ada kasus baru sejak virus mulai mewabah (pada akhir tahun lalu),” kata Ghebreyesus, Sabtu (21/3/2020).
Wuhan disebutnya, menjadi harapan bagi dunia. “Situasi terburuk dapat berakhir,” tambah dia.
Menurut Ghebreyesus, harapan itu perlu diiringi dengan kerja keras seluruh pemangku kepentingan. “WHO saat ini telah menghubungi produsen (perlengkapan alat medis) dari China, dan mereka telah sepakat untuk membantu kami. Misi kami adalah memastikan persediaan tidak habis, tentunya dengan dukungan dari mitra, pemerintah, dan sektor swasta,” terangnya.
Dirjen WHO itu juga sempat mengapresiasi pendiri Alibaba, Jack Ma, dan pebisnis asal Nigeria, Aliko Dangote, yang berinisiatif membantu masyarakat serta pemangku kepentingan untuk menyediakan kebutuhan sanitasi dan medis. “Kami juga ingin berterima kasih kepada Kuwait atas kontribusinya senilai 40 juta dolar AS,” kata Ghebreyesus, yang menyebut sumbangan itu akan digunakan untuk mendanai tim tanggap WHO membantu banyak negara menanggulangi COVID-19.
Sejak Kamis (19/3/2020), otoritas di Kota Wuhan melaporkan, tidak ada kasus positif baru COVID-19, sejak virus mulai mewabah di wilayah itu pada akhir tahun lalu. Bahkan pada Jumat (20/3/2020), otoritas terkait juga tidak menemukan kasus baru positif COVID-19 di Wuhan.
Walaupun demikian, Pemerintah China justru mengamati ada peningkatan kasus positif COVID-19 dari penularan luar negeri (imported case). Komisi Kesehatan Nasional China, pada Rabu (18/3/2020) melaporkan, ada 34 kasus baru penularan COVID-19, naik dua kali lipat dari 13 kasus pada hari sebelumnya.
Sementara itu, worldometers yang memperoleh data dari laman resmi negara-negara dan WHO mencatat, per Sabtu (21/3/2020) jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 286.664 jiwa dan 11.888 di antaranya meninggal dunia. Sementara 93.598 pasien lainnya dinyatakan pulih. (Ant)