Satu PDP COVID-19 di Kalbar Dinyatakan Negatif

Kadinkes Kalbar, Harisson – Foto Ant

PONTIANAK – Seorang pria berusia 69 tahun, asal Kabupaten Sambas, yang masuk status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di ruang isolasi RSUD Soedarso Pontianak, Kalimantan Barat, dinyatakan negatif.

Hal itu merupakan hasil dari pemeriksaan laboratorium. “Pasien ini sebelumnya masuk diisolasi di RSUD Soedarso sejak 15 Maret 2020 dan dinyatakan negatif COVID-19. Hasil labnya sudah keluar Kamis (19/3/2020) pukul 20.00 tadi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, Kamis (19/3/2020).

Sebelum diisolasi di RSUD Soedarso, pasien memiliki riwayat perjalanan pulang dari Kuala Lumpur ke Pontianak pada 2 Maret 2020. Kemudian pasien merasa sakit dan dirujuk ke RSUD Soedarso. “Karena hasil pemeriksaan sementara yang bersangkutan menunjukkan gejala pneumenia, sehingga kita mengambil tindakan sesuai standar yang ditetapkan WHO. Kita bersyukur, setelah keluar hasil lab, pasien ini dinyatakan negatif dan sudah dikeluarkan dari ruang isolasi,” tuturnya.

Harisson menyebut, untuk PDP di Kalbar bertambah dua orang. Satu pria 55 tahun asal Sanggau, dan satu wanita 32 tahun asal Pontianak. Diketahui PDP pria, 55 tahun asal Sanggau memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta. Sepulang dari Jakarta mengeluhkan sakit batuk, pilek dan sesak nafas.

Pada 17 Maret, pasien dirawat di salah satu RS Swasta di Sanggau, dan berdasarkan hasil gambar rontgen paru, terdapat gejala pneumonia. “Pasien kemudian dirujuk ke RS Ade Muhammadn Djoen Sintang pada Kamis (19/3/2020) sore dan spesimen dari pasien juga sudah diambil dan sudah dikirimkan ke laboratorium Kemenkes. Kita masih menunggu hasilnya nanti, apakah pasien ini positif atau negatif COVID-19,” tuturnya.

Untuk pasien kedua adalah wanita, 32 tahun asal Pontianak, diketahui pasien memiliki riwayat pulang dari Umroh pada 22 Februari lalu. Sempat transit dan menginap di Kuala Lumpur. Pasien kemudian kembali ke Pontianak pada 24 Februari. “Kemudian, pasien pada 17 Maret kemarin dirawat di salah satu RS Swasta di Pontianak, karena batuk dan sakit kepala. Hasil Rontgen menggambarkan pneumonia, sehingga sore tadi juga dirawat di RS dr Soedarso,” katanya.

Dengan demikian, sampai Kamis (19/3/2020) sore, jumlah PDP di Kalbar menjadi sembilan orang. Semuanya masih menunggu hasil pengunjian sampel di laboratorium. Sedangkan pasien yang dinyatakan positif COVID-19 (terkonfirmasi) sebanyak dua orang.

“Ada pun sebaran pasien yang dirawat antara lain di RSUD Soedarso Pontianak PDP sebanyak empat orang, satu diantaranya terkonfirmasi. Kemudian, dua orang di rawat di RSUD Abdul Azis Singkawang dan satu diantaranya terkonfirmasi. Sedangkan PDP lainnya dua orang di RS Sambas, satu orang di RS Pemangkat dan dua orang di RSUD Sintang,” rinci Harisson. (Ant)

Lihat juga...