Satpol PP Diperbantukan Cek Suhu Tubuh Penumpang di BIM

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melibatkan puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk turut membantu Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Padang, dalam melakukan pemantauan suhu tubuh penumpang yang ada di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, direncanakan mulai besok Senin, KKP akan memberlakukan pengecekan suhu tubuh untuk seluruh pintu kedatangan domestik, dan kedatangan Internasional. Namun mengingat keterbatasan petugas untuk melakukan screener di pintu kedatangan domestik, maka dilibat petugas dari Satpol PP.

“Selama ini baru di pintu kedatangan Internasional saja dilakukan pemantuan screenernya. Nah besok akan diberlakukan untuk kedatangan domestik juga. Tapi mengingat butuh tenaga untuk hal ini, maka Satpol PP akan turut diturunkan membantua KKP,” katanya, Minggu (15/3/2020).

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit yang ditemui di salah satu kegiatannya di Kota Solok, Minggu (15/3/2020).-Foto: M. Noli Hendra

Ia mengaku masih minimnya pengetahuan Satpol PP dalam hal pengecekan suhu tubuh ini, KKP bersama Angkasa Pura akan melatih petugas Satpol PP itu nantinya. Jumlah Satpol PP yang dilibatkan nantinya mencapai 32 orang, dan nantinya akan bekerja sesuai shif yang ditentukan.

“Satpol PP akan kita perbantukan sebanyak 32 orang. Besok akan dilatih dan mereka akan berkoordinasi dengan KKP dan otoritas Bandara, AIR NAV juga. Semua, akan diperbantukan di sini. Nanti, akan diatur shiftnya seperti apa,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh yang terlibat khusus untuk mengantisipasi dampak penyebaran Covid-19 di Bandara Internasional Minangkabau ini, termasuk juga nanti Satpol PP, akan bertugas mulai dari pukul 04.00 WIB dini hari, hingga pukul 12.00 WIB.

“Bertugas dari jam 04.00 WIB dini hari, sampai Pesawat terakhir. Bisa pukul 23.00 WIB atau pukul 00.00 WIB,”  ucapnya.

Wagub menyebutkan, selama ini dari KKP telah memberlakukan pemantuan suhu tubuh penumpang di kedatangan Internasional dengan petugas yang masih memadai, dan itu turun langsung dari KKP. Di sisi peralatan nantinya, akan disediakan oleh KKP, sementara sisi petugas, pemerintah menugaskan 32 orang Satpol PP.

“Semoga Satpol PP yang bekerja nanti bisa memaksimalkan upaya pemantuan seluruh kedatangan domestik di BIM, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan penyeberan virus Covid-19,” jelasnya.

Terkait dengan area pelabuhan Teluk Bayur, Nasrul Abit menyebutkan pihaknya hingga kini masih memantau perkembangan. Apabila nanti diperlukan, maka alat pendeteksi suhu tubuh dan personil yang bertugas, juga akan disiagakan di sana.

“Kalau yang untuk pelabuhan Teluk Bayur ya, nanti akan kita lihat perkembangannya. Sekarang, untuk bandara dulu. Karena, kita khawatir barangkali ada orang yang datang dari luar Sumbar, tidak terdeteksi. Nah, kita deteksi di sini,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidomologi, KKP Kelas II Padang, Ildamsyah, mengatakan, sebelumnya dikarenakan belum diberlakukannya screener kepada penumpang domestik di bandara, karena sampai sekarang belum ada instruksi dari Kementerian Kesehatan. Sementara melihat kondisi seperti ini, dan melalui permintaan dari Pemprov Sumatera Barat, maka KKP bersama pihak lainnya ikut menerapkan pengukuran suhu tubuh i pintu kedatangan domestik.

“Selama ini kita memang belum memberlakukan screener kepada penumpang domestik di BIM. Tapi apabila besok sudah dimulai untuk memantau untuk domestik, kita punya alat,” tegasnya.

Ildamsyah menyebutkan, selama ini alat yang digunakan untuk screener penumpang penerbangan internasional di BIM, ada alat thermo screener dan kartu kewaspadaan kesehatan atau health alert card (HAC).

“Jadi masyarakat dan penumpang pesawat di BIM, jangan terlalu khawatir, karena kita dari pemerintah akan berupaya untuk mengantisipasi masuknya virus Covid-19 ini,” sebutnya.

Lihat juga...