Permintaan Madu Lebah di Pasuruan Lamsel Meningkat

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Permintaan madu lebah meningkat sebagai bahan campuran jamu tradisional. Sujito, penjual madu mengaku ia mendapatkan pasokan dari wilayah Lampung Selatan (Lamsel) sebagian dari wilayah Badui, Banten.

Warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan itu menyebut permintaan madu didominasi oleh konsumen yang menggunakan madu untuk obat. Kondisi cuaca yang kerap tidak menentu berimbas daya tahan tubuh menurun mengakibatkan madu bisa jadi pilihan.

Jenis madu yang dijual meliputi madu lebah glodok atau apis cerana,madu lebah klanceng atau trigona. Pada saat ada pasokan ia bahkan menjual madu lebah odeng asal Baduy yang berkhasiat untuk menjaga stamina tubuh.

Selama ini madu lebah menurut Sujito berkhasiat menyembuhkan sejumlah penyakit. Selain itu madu lebah dengan konsumsi yang tepat mampu menyembuhkan asam urat, rematik, kurang darah, batu ginjal. Sejumlah manfaat bagi tubuh diantaranya menambah stamina, mencegah infeksi pada luka, memperkuat sel darah putih dan sejumlah khasiat lain.

“Madu lebah yang berfungsi untuk penyembuhan terlebih dengan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan berimbas permintaan madu lebah meningkat dalam sebulan terakhir oleh masyarakat,” ungkap Sujito saat ditemui Cendana News, Sabtu (14/3/2020).

Sujito, warga Desa Pasuruan,Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, penjual madu lebah tawon gelodok atau apis cerana mengalami permintaan meningkat untuk penambah daya tahan tubuh selama penghujan dan mencegah virus corona, Sabtu (14/3/2020). -Foto: Henk Widi

Produksi lebah awal tahun ini diakui Sujito cukup melimpah pada pembudidaya lebah madu. Sebab sebagian pohon sumber pakan alami lebah memasuki masa berbunga. Permintaan madu yang meningkat dibandingkan musim sebelumnya terlihat dari jumlah botol yang dijual. Sebelumnya dalam sepekan ia hanya bisa menjual sebanyak 30 botol, kini mampu menjual lebih dari 50 botol.

Berjualan secara keliling memakai motor, Sujito menyebut madu lebah dijual dalam sejumlah ukuran.  Madu dengan botol dijual dalam ukuran 50 mililiter, 100 mililiter hingga 250 mililiter, sebagian sesuai pesanan.

Madu lebah yang dikemas dalam bentuk botol menurutnya dijual mulai harga Rp50.000 hingga Rp150.000 menyesuaikan kemasan. Pelanggan merupakan pedagang jamu, konsumen perorangan diantaranya Suyatinah yang menyiapkan madu bagi keluarganya.

“Saya memiliki pelanggan tetap pedagang jamu karena kebutuhan cukup rutin, kalau pelanggan perorangan bisa awet hingga maksimal enam bulan,” tuturnya.

Pengguna madu lebah, Murtinah, menyebut sebagai pedagang jamu tradisional, permintaan meningkat. Sebab madu kerap digunakan sebagai campuran untuk penyajian jamu tradisional yang akan diminum pelanggan. Madu lebah yang sudah cukup berkhasiat diminum tanpa bahan tambahan akan semakin berkhasiat saat dikonsumsi dengan jamu tradisional.

“Jenis jamu tradisional yang saya sediakan meliputi kunyit asam, beras kencur, pahitan, puyang dan jenis jamu lainnya kerap dicampur madu,” beber Murtinah.

Madu lebah menurutnya memiliki khasiat menjaga stamina tubuh. Sebagai bahan kuliner madu juga kerap dicampurkan pada roti,minuman, pisang dan sejumlah olahan kuliner. Memiliki sejumlah khasiat madu yang dihasilkan oleh lebah bermanfaat untuk menjaga stamina tubuh. Sepekan ia menyebut bisa menghabiskan satu botol madu berukuran sekitar 150 mililiter.

Murtinah, pedagang jamu tradisional di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan yang menggunakan madu sebagai campuran saat penyajian, Sabtu (14/3/2020). -Foto: Henk Widi

Permintaan jamu meningkat usai munculnya wabah virus corona (Covid-19). Meski jamu dikenal sebagai minuman tradisional, Murtinah mengaku permintaan justru meningkat. Sebagian warga yang jarang minum jamu dengan rasa pahit mulai meminumnya. Madu jadi pilihan penghilang rasa pahit untuk jamu yang baru diminum. Dijual Rp5.000 pergelas, jamu yang dicampur madu cukup laris.

“Kesadaran warga menjaga kesehatan dengan minum jamu imbas corona menguntungkan produsen jamu tradisional,” tegas Murtinah.

Kebutuhan akan madu yang meningkat diakui Yanto Guntara, pemilik budidaya lebah madu apis cerana. Memiliki puluhan stove, saat musim pohon berbunga ia menyebut produksi madu meningkat. Satu stove rata-rata menghasilkan madu lebih dari 250 mililiter. Selain dijual sendiri sebagian hasil madu dijual kepada pedagang keliling untuk menjangkau pembeli di luar daerah.

Madu lebah diakui Yanto Guntara memiliki beragam khasiat bagi kesehatan. Selain digunakan untuk dikonsumsi langsung dengan campuran air hangat, teh, madu bisa dipakai untuk meminum jamu. Meningkatnya upaya masyarakat menjaga daya tahan tubuh usai virus Covid-19 berimbas madu jadi salah satu alternafif. Sebab madu terbukti memiliki fungsi menjaga daya tahan tubuh dan manfaat kesehatan lainnya.

Lihat juga...