Penumpang Kapal di Bakauheni Masih Beli Tiket Langsung
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Reservasi tiket kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) secara online sebagian belum dilakukan pengguna jasa. Santoso, salah satu calon penumpang pejalan kaki asal Bandarlampung menyebut memakai pembelian tiket langsung.
Ia mengaku sudah mengetahui reservasi tiket secara online. Meski demikian ia memilih masih membeli tiket langsung saat tiba di Bakauheni.
Memilih menggunakan kapal eksekutif, Santoso membeli tiket di vending machine. Lima alat vending machine di Terminal Eksekutif Anjungan Agung Bakauheni disebutnya masih dioperasikan. Sebelum membeli tiket dengan vending machine ia harus mengisi saldo uang elektronik miliknya. Uang elektronik yang bisa diisi ulang menurutnya digunakan untuk membeli tiket.

Meski reservasi tiket online bisa dibeli dari www.ferizy.com diterapkan pada Minggu (1/3/2020) pembelian tiket langsung masih dilayani. Ia beralasan sebagian pengguna jasa masih belum memiliki gawai. Sebab gawai yang tersambung ke internet bisa digunakan untuk memesan tiket. Pada menu reservasi keberangkatan,tujuan,jenis pengguna jasa,layanan,golongan kendaraan bisa dipilih.
“Kebetulan kuota internet yang saya miliki habis sementara uang elektronik masih memiliki saldo cukup sehingga saya masih tetap bisa membeli tiket dengan uang elektronik sesampainya di Pelabuhan Bakauheni,” terang Santoso saat ditemui Cendana News, Minggu malam (1/3/2020).
Santoso menambahkan penerapan reservasi online sebetulnya sudah disosialisasikan lama. Namun bagi sebagian pengguna jasa sistem tersebut masih belum familiar. Migrasi dari sistem pembayaran tunai ke nontunai yang dihapus sejak tahun 2018 menurutnya sudah bisa diterapkan. Memasuki awal 2020 reservasi online mulai diterapkan meski belum banyak digunakan masyarakat.
Santoso menyebut saat kembali ke Lampung ia akan melakukan reservasi online. Sebab dengan reservasi online ia bisa memilih menggunakan kapal eksekutif atau kapal reguler. Bagi sebagian pengguna jasa pilihan bisa menggunakan kapal reguler dengan waktu tempuh 2 jam dan kapal eksekutif 1 jam. Pemesanan tiket online menurutnya bisa mempermudah pengguna jasa agar tidak mengantre.
“Sebagian pengguna jasa masih isi ulang saldo dan masih boleh memakai pembelian langsung,” beber Santoso.
Widodo, salah satu pengemudi kendaraan eksepedisi mengaku reservasi online dilakukan pengurus. Sebab selama ini pengemudi yang akan menyeberang masih menggunakan uang elektronik. Sistem pembelian tiket telah dilakukan oleh pengurus jasa penyeberangan yang mendapat mandat dari perusahaan.
“Penerapan reservasi online akan mempermudah karena kami tidak harus membawa uang tunai,” cetusnya.

Meski demikian hingga Minggu malam (1/3) sebagian pengemudi ekspedisi masih memakai sistem lama. Sistem lama yang digunakan diantaranya memakai uang tunai ditambah uang elektronik. Sebab saldo uang elektronik yang dibatasi hingga Rp2juta membuat tiket kerap kurang. Terlebih jenis kendaraan golongan VIII dan IX harus membayar lebih dari Rp2juta.
Saifulail Maslul, Humas PT ASDP Indonesia Ferry menyebut reservasi online bisa dilakukan pada laman www.ferizy.com. Pemberlakuan sistem baru pada awal Maret bertujuan menghindari antrean, kemacetan. Sebab pembelian tiket secara langsung kerap berimbas pada antrean pejalan kaki dan kendaraan. Melalui pemesanan secara online pengguna jasa bisa menukarkan dengan tiket yang telah dibeli.
“Sistem kerjanya seperti pembelian tiket pesawat, kereta jadi sebelum sampai di pelabuhan tiket online sudah dimiliki,” beber Saifulail Maslul.
Meski telah diterapkan bahkan wajib reservasi online, pengguna jasa masih dilayani pembelian langsung. Sebab kendala sejumlah penumpang yang belum mengetahui informasi tersebut sekaligus tidak memiliki gawai. Sosialisasi reservasi wajib dengan sistem online menurutnya terus disosialisasikan melalui media ,medsos dan sejumlah banner.