PDP di RS Margono Purwokerto Bertambah, Jadi 8 Orang

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terus bertambah. Hingga Rabu (25/3/2020), Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto merawat 8 PDP dan empat diantaranya merupakan PDP baru.

Direktur RS Margono Soekarjo Purwokerto, dr Tri Kuncoro mengatakan, sebanyak 5 PDP menjalani perawatan di ruang isolasi Bougenville dan 3 PDP di ruang isolasi Anggrek. Untuk pasien baru, mulai menjalani perawatan pada Selasa dan Rabu (24-25 Maret) di RS Margono.

“Saat ini kita menangani 8 PDP, ada tiga pasien baru yang masuk hari Selaa (24/3/2020) dan satu pasien baru masuk hari ini, Rabu (25/3/2020),” terangnya, Rabu (25/3/2020).

Lima PDP yang menjalani perawatan di ruang isolasi Bougenville yaitu PDP 1, laki-laki, warga Kabupaten Banyumas, mulai menjalani perawatan pada tanggal 15 Maret dan dinyatakan positif COVID-19. Kemudian PDP 1, laki-laki warga Kabupaten Banyumas, datang sendiri ke IGD RS Margono pada tanggal 21 Maret dan saat ini masih menunggu hasil swab.

Sementara untuk PDP 3 dan 4, merupakan warga Kabupaten Cilacap, laki-laki dan merupakan rujukan dari RS Elisabeth, masuk ke RS Margono pada tanggal 24 Maret dan merupakan pasien baru. Untuk PDP 5, yaitu perempuan, warga Kabupaten Banyumas, mulai menjalani perawatan tanggal 21 Maret dan saat ini masih menunggu hasil swab.

Tiga PDP yang menjalani perawatan di ruang isolasi Anggrek, yaitu PDP 6, laki-laki, warga Kabupaten Banyumas dan merupakan rujukan dari Pokes COVID-19, masuk ke RS Margono tanggal 21 Maret dan masih menungu hasil swab. PDP 7, laki-laki, warga Kabupaten Banyumas dan merupakan pasien baru rujukan dari Poskes COVID-19 pada tanggal 24 Maret. Dan terakhir PDP 8, merupakan warga Kabupaten Cilacap, perempuan, rujukan dari RS Hermna dan pasien masuk ke RS Margono hari ini.

“Untuk pasien baru dari Kabupaten Cilacap yang masuk hari ini, sudah diambil  swab diambil hari ini juga, jadi tinggal menunggu hasilnya,” kata dr Tri.

Terkait kondisi pasien, dr Tri mengatakan, beberapa pasien kondisinya cenderung menurun. Namun, tim medis terus berupaya melakukan yang terbaik dalam memberikan pelayanan medis.

“Mohon doanya saja, semoga besok kondisi pasien membaik,” tuturnya.

Selain di RS Margono, dua PDP juga menjalani perawatan di RSUD Banyumas dan keduanya dinyatakan positif COVID-19. Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, untuk pelajar yang dinyatakan positif corona, merupakan warga Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, namun ia bersekolah di SLTA di luar Banyumas.

“Yang pelajar ini sekolah di luar Banyumas dan sebelum tanggal 13 Maret, ia baru study tour ke Bali, pulang dan mengeluh sakit, kemudian masuk ke RSUD Banyumas tanggal 14 Maret. Dari riwayat perjalanannya tersebut, kemungkinan terkena virus corona di Bali,” jelasnya.

Sementara untuk PDP positif COVID – 19 satunya, merupakan warga Bekasi, Jakarta yang datang ke Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas pada tanggal 14 Maret untuk menengok saudaranya. Setiba di Sumpiuh, ia mengalami sakit, kemudian berobat ke puskesmas pada tanggal 15 Maret dan langsung dirujuk ke RSUD Banyumas.

“Untuk yang dari Sumpiuh, kemungkinan terkena virus sejak di Jakarta, karena yang bersangkutan baru satu hari di Banyumas dan langsung sakit,” kata bupati.

Lihat juga...