Pariwisata di Teluk Maumere Terdampak Cuaca
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Gelombang tinggi angin kencang yang melanda pantai utara pulau Flores, membuat beberapa tour wisata ke beberapa gugus pulau di kawasan Teluk Maumere berhenti sementara sejak Desember hingga awal Maret ini.
Gelombang tinggi dan angin kencang membuat pemilik tour, bahkan komunitas wisata yang biasa mengantar wisatawan mengunjungi obyek wisata, diving dan snorkling di perairan Teluk Maumere juga sementara diliburkan.
“Kami sementara tidak membawa wisatawan mengunjungi tempat wisata di gugus pulau Teluk Maumere, karena cuaca belum bersahabat,” kata Sonya da Gama, pegiat wisata dan anggota komunitas Megu Mo’ong Nian Tanah, Maumere, kabupaten Sikka, provinsi NTT, Minggu (1/3/2020).

Sonya menyebutkan, komunitasnya biasa membuat paket perjalanan wisata mengunjungi beberapa pulau di kawasan Teluk Maumere seperti Koja Doi, Pangabatang, Koja Gete dan lainnya. Namun, gelombang tinggi dan angin kencang menyebabkan pihaknya tidak berani menjual paket wisata di laut, karena untuk mengunjungi wilayah kepulauan harus menggunakan perahu motor berukuran kecil.
“Setiap tahun saat cuaca tidak memungkinkan, kami selalu mengalihkan perjalanan wisata ke beberapa destinasi di daratan seperti mengunjungi kampung adat, mendaki gunung Egon dan lainnya. Kita tidak bisa memaksakan diri, takut terjadi kecelakaan,” tuturnya.
Elisia Digma Dari, koordinator komunitas Megu Mo’ong Nia Tanah menyebutkan, saat musim gelombang tinggi dan angin kencang tidak memungkinkan bagi wisatawan untuk melakukan diving dan snorkling, sehingga pihaknya menunggu cuaca memungkinkan terlebih dahulu.
Selain mengantar wisatawan lokal, kata Elis sapaannya, komunitasnya juga mengantar wisatawan asing dan menjual paket wisata mengunjungi beberapa pulau di Teluk Maumere.
“Wisatawan asing banyak yang suka snorkling dan diving di kawasan Teluk Maumere, karena keindahan alam bawah lautnya. Setelah cuaca bersahabat, baru kami mulai menjual paket wisata ke Teluk Maumere mengunjungi obyek wisata di beberapa pulau di sana,” tuturnya.
Menurut Elis, beberapa hari lalu pihaknya pun membuat paket wisata mendaki kawah gunung Egon dan banyak wisatawan lokal yang tertarik, tetapi waktunya disesuaikan dengan musim hujan.
Wisata ke gunung pun harus memperhitungkan cuaca, karena takut terjadi hujan dan angin kencang.
“Kami menjual paket wisata mengunjungi beberapa destinasi wisata di kabupaten Flores Timur, waktunya tanggal 13 sampai 15 Maret nanti. Kami akan mengunjungi destinasi wisata di pulau Solor, Adonara dan kota Larantuka,” tuturnya.
Elis berharap, cuaca segera bersahabat sehingga pihaknya kembali menjual paket wisata ke beberapa destinasi wisata di gugus pulau Teluk Maumere, agar masyarakat bisa mendapatkan pemasukan dari kunjungan wisatawan.