Muhammadiyah: Pendidikan Tantangan Terberat Bangsa Saat ini
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
PURWOKERTO — Ketua Bidang Konsolidasi Organisasi dan Kaderisasi PP Muhammadiyah, Drs H.A Dahlan Rais MHum mengatakan, melihat kondisi bangsa ini sekarang, salah satu tantangan terberat adalah di bidang pendidikan. Mengingat dalam Human Development Index atau indeks pembangunan manusia, Indonesia masuk peringkat ke 116 dari total 189 negara.
“Harus ada perubahan pola pikir, bukan hanya pendidikan yang akan membawa perubahan, tetapi pendidikan yang berkualitas yang bisa membawa perubahan. Semua negara juga melakukan proses yang sama, sehingga jika kita tidak mengedepankan kualitas pendidikan, maka akan tertinggal,” kata Dahlan Rais, usai Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (7/3/2020).
Lebih lanjut Dahlan Rais menyampaikan, potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia sangat bagus, terbukti dengan seringnya menjuarai berbagai perlombaan tingkat internasional. Mulai dari perlombaan matematika, robotik dan lain-lain.
Namun, yang perlu diperbaiki adalah manajemen dan mentalitas pendidikan, supaya tidak gagap menghadapi perubahan.
Manajemen pendidikan diperbaiki dengan diawali menciptakan good governance. Nilai-nilai luhur pendidikan yang sekarang mulai luntur, juga harus dibangun kembali pondasi yang kuat.
Muhammadiyah, lanjut Dahlan Rais, mempunyai visi yang berat, yaitu memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta. Niat tersebut tulus, semata-mata untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat dan bangsa. Sehingga pendidikan menjadi salah satu bahan yang akan dibawa ke muktamar.
“Bahan-bahan muktamar tidak hanya dari utusan saja, tetapi juga diperkuat dengan landasan akademik melalui 20 seminar pada 20 perguruan tinggi muhammadiyah. Empat di antaranya merupakan seminar internasional,” terang Dahlan Rais.
Sehingga ada tiga sumber yang menjadi masukan untuk muktamar, yaitu dari hasil seminar pada 20 perguruan tinggi muhammadiyah, kemudian saran dan usul dari peserta muktamar dan hasil kinerja kepengurusan PP Muhammadiyah selama lima tahun terakhir.
“Jadi muktamar tidak semata hanya memilih calon pimpinan saja, tetapi juga membahas persoalan bangsa ini,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho menyampaikan, seminar yang dilaksanakan di UMP merupakan seminar ke-12 menjelang pelaksanaan muktamar.
“Pendidikan di Muhammadiyah sangat holistic, yaitu membentuk manusia muslim yang beriman, bertaqwa, berakhaq mulia, bertanggung jawab, cinta tanah air dan tujuan akhirnya adalah memajukan serta mengembangkan ilmu pengetahuan untuk beramal menuju terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT,” paparnya.