Lindungi Sungai, Warga Tejasari Gotong Royong Tanam Pohon
Editor: Makmun Hidayat
PURBALINGGA — Memasuki musim penghujan, arus sungai mulai deras dan pada beberapa sungai terjadi erosi. Untuk melindungi sungai dari erosi, warga Desa Tejasari, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga bergotong-royong menanam pohon di tepi sungai.
Kepala Desa Tejasari, Suyatno mengatakan, beberapa lahan milik warga desa yang berbatasan dengan sungai sudah mulai banyak yang terkikis. Kondisi ini jika dibiarkan akan menyebabkan abrasi tepi sungai yang kian melebar.
“Sungai Klawing merupakan sungai terbesar yang melintas di desa kami dan kondisi sepanjang tepi sungai sudah mulai banyak yang terkikis derasnya air saat debit air sungai meningkat. Sehingga kami dari desa dengan dibantu warga, beramai-ramai menanam pohon di kawasan sungai,” terang Suyatno, Rabu (4/3/2020).

Kurang lebih ada 300 pohon yang ditanam warga. Penanaman pohon ini dilakukan pada tepi sungai sepanjang 400 meter. Jenis pohon yang ditanam antara lain, bambu kuning, tembesi, sukun, akasia dan lain-lain.
Lebih lanjut Suyatno mengatakan, penanaman pohon ini, selain upaya melindungi sungai, sekaligus juga untuk melindungi lahan-lahan milik warga yang berada di tepi sungai. Dan dalam jangka panjang, lanjutnya, pohon ini juga akan berfungsi untuk mencegah banjir maupun erosi.
“Pohon itu manfaatnya banyak sekali, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Menanam pohon saat ini, manfaatnya akan dirasakan hingga puluhan tahun ke depan,” jelasnya.
Sampai saat ini, jumlah lahan milik warga yang terkikis air sungai sampai 4 hektare lebih. Menurut Kades, tahun sebelumnya, pihaknya pernah memasang pancang bambu di pinggiran sungai, namun tidak bertahan lama. Bambu tersebut terbawa arus sungai saat musim hujan dan aliran air deras.
Berdasarkan pengalaman tersebut, maka jalan terbaik untuk mencegah erosi sungai adalah dengan menanam pohon. Demi investasi jangka panjang, pihak desa bahkan mengalokasikan anggaran khusus untuk program penghijauan di sepanjang aliran sungai.
Salah satu warga yang ikut menanam pohon, Robin mengatakan, sangat mendukung program desa untuk melakukan penghijauan, terutama di sekitar sungai. Sebab, jika sungai tidak dijaga maka saat musim hujan akan mendatangkan banjir dan saat kemarau akan kering.
Selama ini warga desa sudah mendapat banyak manfaat dari Sungai Klawing, sehingga sudah sewajarnya ikut menjaga kelestarian sungai.
“Banyak lahan pertanian yang dialiri oleh Sungai Klawing, karena itu, kami warga desa juga berkepentingan untuk ikut menjada sungai,” tuturnya.