Koperasi Bergerak Atasi Masalah Warga Dieng Kulon
Editor: Koko Triarko
BANJARNEGARA – Sesuai prinsipnya, Koperasi Indonesia dibentuk berlandaskan asas Pancasila yang mengutamakan semangat gotong-royong dan kekeluargaan. Pendirian koperasi tidak boleh hanya sekadar mencari keuntungan, namun juga harus berkontribusi mengatasi persoalan-persoalan yang ada di sekitarnya.
Prinsip itulah yang selalu dipegang teguh dan dijalankan seluruh koperasi binaan Yayasan Damandiri di setiap Desa Cerdas Mandiri Lestari yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya seperti yang dilakukan Koperasi Jasa KUD Pelita Sejahtera Mandiri Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Meski baru dibentuk pada 2019, Koperasi Jasa KUD Pelita Sejahtera Mandiri Dieng Kulon, telah mampu berkontribusi dalam mengatasi persoalan kemiskinan di desa yang terletak di dataran tinggi Dieng itu.

Memanfaatkan dana yang bersumber dari bantuan Yayasan Damandiri, Koperasi Jasa KUD Pelita Sejahtera Mandiri Dieng Kulon menjalankan program lantainisasi dan jambanisasi.
“Pada tahun pertama ini kita sudah menjalankan program sosial berupa pembuatan jamban dan lantai bagi warga miskin di desa Dieng Kulon. Program sosial ini bahkan sudah dilakukan dalam dua tahap. Total sudah ada 130 warga miskin yang terbantu,” ujar Manajer Umum Koperasi Jasa KUD Pelita Sejahtera Mandiri Dieng Kulon, Amanullah, saat dihubungi Cendana News, Jumat (6/3/2020).
Aman menyebut, seluruh warga yang menerima bantuan program lantainisasi maupun jambanisasi merupakan warga miskin, baik yang berasal dari kelompok pra sejahtera maupun sejahtera 1.
Pada tahap pertama, ada 26 kepala keluarga menerima bantuan lantainisasi, sementara 23 KK menerima bantuan jambanisasi.
“Sedangkan pada tahap ke dua ada 43 KK yang menerima bantuan lantainisasi serta 38 KKmenerima bantuan jambanisasi,” ujarnya.
Bantuan program lantainisasi dan jambanisasi ini diberikan Koperasi dalam bentuk barang berupa kebutuhan, seperti semen, pasir hingga closet. Nilainya mencapai Rp134 juta. Dengan nominal Rp1,5 juta per KK untuk lantainisasi serta Rp500 ribu per KK untuk jambanisasi.
“Alhamdulillah, bantuan ini mendapatkan sambutan sangat positif dari warga. Dibuktikan dari tingginya keterlibatan warga desa dalam mewujudkan program ini. Misalnya, dengan ikut bergotong-royong membantu mereka yang rumahnya belum layak, baik tenaga maupun materi,” ungkapnya.
Meski belum mampu mengatasi secara keseluruhan kebutuhan jamban dan lantai warga di desa Dieng Kulon, namun adanya bantuan ini jelas sangat membantu mengatasi persoalan kesehatan warga, akibat kondisi rumah yang belum layak huni.
“Diharapkan dengan adanya program sosial berupa lantainisasi dan jambanisasi ini, tingkat kesehatan masyarakat akan makin meningkat,” pungkasnya.