DCML Madura Salurkan Bantuan Modal Rp4,5 Miliar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Sampai dengan akhir bulan Maret 2020 ini, Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap sudah menyalurkan bantuan modal untuk masyarakat hingga Rp 4.5 miliar. Dan pada bulan Februari 2020, angka Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet hanya 2 persen.

Manajer Usaha dan Modal Mikro, KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Ery Rahmat Januar, mengatakan, untuk bulan Januari 2020, NPL hanya 1 persen dan di bulan Februari ini ada peningkatan sedikit menjadi 2 persen.

“Penyaluran bantuan modal tersebut untuk warga Desa Madura sebanyak 1.690 orang dan jumlah penerimaannya bervariasi,” terangnya, Sabtu (28/3/2020).

Lebih lanjut Ery menjelaskan, penerima bantuan Modal Kita terus bertambah. Pada bulan Januari 2020, jumlah penerima ada 1.400 orang dan dalam dua bulan mengalami peningkatan sebanyak 290 orang. Dengan besarnya pinjaman antara Rp 1.500.000 hingga Rp 2.000.000 per orang.

Setiap bulannya, KUD Mandiri Lestari Sejahtera rata-rata mencairkan dana pinjaman modal hingga Rp100 juta. Namun, tak hanya sekedar memberikan bantuan modal, pihak KUD juga melakukan pendampingan terhadap usaha yang dijalankan para nasabahnya.

“Kita juga mendampingi mereka, untuk memastikan bantuan modal benar-benar dipergunakan untuk usaha dan bukan untuk keperluan konsumtif. Karena kita juga berkepentingan supaya kredit mereka tidak macet,” tuturnya.

Dengan adanya pendampingan tersebut, maka KUD berhasil menekan angka NPL tetap bertahan pada 1 persen pada bulan Januari lalu. NPL merupakan salah satu indikator kesehatan aset suatu lembaga keuangan, salah satunya adalah dengan menghitung jumlah kredit macet.

Terkait kredit yang macet ini, menurut Ery, sebagian besar dialami nasabah yang memiliki pinjaman lebih dari satu tempat. Jika macetnya pinjaman akibat usaha yang dijalani nasabah sedang mengalami penurunan, maka pihak KUD akan mendampingi dan melakukan pembinaan supaya usaha mereka bisa bangkit kembali.

“Yang paling susah ditangani itu, jika kredit macet karena memang karakter orang penerima, maka kita harus pandai-pandai untuk melakukan pendekatan,” terangnya.

Salah satu penerima bantuan kredit, Atimah mengatakan, bantuan modal usaha dari Yayasan Damandiri melalui KUD Mandiri Lestari Sejahtera dimanfaatkan untuk menambah modal usaha warung.

Dulu ia hanya berjualan sayuran segar dan jika tidak laku, dimasak keesokan harinya. Namun, sekarang ia sudah memiliki warung di rumahnya.

“Sekarang cukup berjualan di rumah saja, tidak perlu lagi keliling kampung,” tuturnya.

Lihat juga...