Dampak COVID-19, Sentimen Diskusi Online Meningkat

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

Marketing and Content Writer Statqo Analytics, Azdkia Arif di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Foto: Sri Sugiarti/Ist

JAKARTA — Statqo Analystics menyebutkan, pertemuan tatap muka yang tidak bisa dilakukan dampak pemberlakuan kebijakan Work From Home (WFH) menyebabkan aplikasi meeting online dipilih sebagai alternatif bagi para pebisnis, pemerintah maupun masyarakat umum.

Marketing and Content Writer Statqo Analytics, Azdkia dalam rilis yang diterima Cendana News, Selasa (31/3/2020) menyebutkan, secara keseluruhan penggunaan aplikasi online meeting meningkat setiap minggunya.

“Hingga minggu keempat bulan Maret 2020 ini peningkatan yang sangat signifikan berhasil diraih oleh aplikasi Zoom. Dengan peningkatan hingga 183 persen,” ujarnya.

Padahal kata dia, sebenarnya layanan online meeting bukanlah hal yang baru, namun dengan adanya kebijakan WFH membuat aplikasi ini menjadi primadona yang sangat diandalkan di saat pandemik COVID-19.

Di tengah pandemi Covid-19, diskusi masyarakat tentang perlu tidaknya lockdown terus mengemuka selama beberapa hari terakhir. Padahal pada minggu sebelumnya, terdapat kecenderungan sebagian besar masyarakat merespon negatif isu lockdown.

Sentimen itu berubah selama beberapa hari terakhir dimana masyarakat dan media massa mulai bergerak ke arah netral.

“Yakni, dimana masyarakat mulai cenderung mendukung lockdown, jika memang diperlukan untuk mengatasi pandemi Covid-19,” kata Azdkia.

Sementara itu, analisis sentimen masyarakat di tengah wabah pandemi Covid-19 dengan keyword Jokowi mendapatkan sentimen negatif.

“Data menunjukkan bahwa sekitar 59 persen pemberitaan dan diskusi online tentang ‘Jokowi’ mendapatkan sentimen negatif dari masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, hasil analisis lainnya, adalah sentimen masyarakat terkait ketersediaan sembako hingga minggu ketiga Maret 2020 masih cukup baik.

Namun demikian, kata Azdkia, selama beberapa hari terakhir terdapat peningkatan sentimen negatif masyarakat terhadap sembako, serta penurunan sentimen positif terkait sembako.

Dalam analisisnya, Statqo juga menemukan lonjakan yang sangat signifikan pada keyword ‘PHK’ di hampir semua lini masa, seperti media sosial dan situs berita online.

Hal ini menunjukkan bahwa gejala peningkatan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sudah mulai dirasakan oleh masyarakat, dan perlu segera direspon oleh pemerintah.

Begitu pula gencarnya kampanye #diRumahAja yang mendapatkan banyak sentimen positif di tengah masyarakat.

Sedangkan dalam kerelawaan, masyarakat Indonesia juga mulai bergerak secara swadaya untuk mendukung pemerintah maupun tenaga kesehatan untuk mengatasi pandemik COVID-19.

“Ini terbukti hampir semua lini diskusi media online sudah dihiasi oleh beragam bantuan, khususnya terkait Alat Pelindung Kesehatan (APD) bagipetugas kesehatan,” imbuhnya.

Lihat juga...