Bursa Saham Jerman, Prancis dan Inggris Ditutup Merosot
FRANKFURT – Saham-saham Jerman, ditutup merosot pada sesi perdagangan Senin (16/3/2020) waktu setempat. Indeks acuan DAX 30, di Bursa Efek Frankfurt kehilangan 5,31 persen atau 489,83 poin. Posisinya ditutup di 8.742,25 poin.
Dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks DAX 30, tercatat hanya tiga saham yang berakhir di wilayah positif. Sementara sisanya, 27 saham lainnya, mengalami penurunan.
Perusahaan produsen mesin pesawat MTU Aero dan perusahaan pabrikan otomotif Volkswagen, menderita kerugian paling besar (top loser), dari saham-saham unggulan atau blue chips. Saham keduanya menukik 12,17 persen. Diikuti oleh saham perusahaan pabrikan otomotif terkemuka Jerman BMW, yang kehilangan 11,73 persen. Kemudian pemimpin perusahaan terkemuka di bidang semen, beton dan aktivitas hilir lainnya HeidelbergCement, yang harga sahamnya jatuh 11,69 persen.
Pembuat pakaian dan peralatan olahraga Adidas membukukan keuntungan paling besar (top gainer), dari saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terangkat 2,19 persen. Disusul oleh saham perusahaan penyedia teknologi internet dan penyedia jasa keuangan global Wirecard, yang menguat 1,18 persen, serta perusahaan multinasional kimia dan farmasi Bayer, naik 0,16 persen.
Perusahaan perangkat lunak multinasional SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan di sepanjang hari. Nilai transaksinya mencapai 1,1 miliar euro (1,23 miliar dolar AS).
Sementara itu, saham-saham Prancis terpuruk selama perdagangan Senin (16/3/2020). Indeks acuan CAC 40, di Bursa Efek Paris jatuh 5,75 persen atau 236,90 poin, ditutup di 3.881,46 poin. Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC 40, sebanyak 37 mengalami penurunan harga, sementara tiga saham yang berhasil naik.
Perusahaan real estate komersial Eropa Unibail-Rodamco-Westfield SE, mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips. Harga sahamnya terjun 19,53 persen. Disusul oleh saham Saint-Gobain, perusahaan multinasional Prancis yang memproduksi bahan bangunan, yang menukik 17,11 persen, serta kelompok perusahaan jasa keuangan dan perbankan Prancis Societe Generale, yang tersungkur 15,33 persen.
Di sisi lain, perusahaan farmasi multinasional Prancis Sanofi meningkat 4,35 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan. Diikuti oleh saham perusahaan penyedia layanan industri minyak dan gas internasional TechnipFMC, yang menguat 1,37 persen, serta perusahaan produk makanan multinasional Prancis Danone, naik 0,37 persen.
Di Inggris, saham-saham ditutup turun tajam, pada akhir perdagangan Senin (16/3/2020). Indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London jatuh 4,01 persen atau 215,03 poin, menjadi 5.151,08 poin. International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Anglo-Spanyol, adalah pemain terburuk (top loser), dari saham-saham unggulan atau blue chips. Nilai sahamnya terjun bebas 27,01 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan manajer investasi internasional M&G Investments yang terperosok 25,17 persen, maskapai penerbangan Inggris berbiaya rendah EasyJet anjlok 19,32 persen. Sementara Evraz, perusahaan pembuat dan penambangan baja multinasional terintegrasi secara vertikal, harga sahamnya melonjak 6,34 persen, peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham perusahaan perangkat lunak multinasional Inggris Sage Group, yang terangkat 5,29 persen, serta perusahaan penjaminan, inspeksi, pengujian produk dan sertifikasi multinasional Inggris Intertek Group, yang menguat 5,16 persen. (Ant)