Bupati Klaim Tingkat Kemiskinan di Purbalingga, Turun

Editor: Koko Triarko

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020 di DPR Purbalingga, Rabu (18/3/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menyatakan tingkat kemiskinan di wilayahnya terus mengalami penurunan signifikan. Pada 2019, kemiskinan di Purbalingga 15,03 persen, sementara tiga tahun sebelumnya angka kemiskinan masih 18.98 persen.

“Indikator pertama terkait peningkatan kinerja pemerintah Kabupaten Purbalingga adalah menurunnya angka kemiskinan. Penurunannya cukup signifikan, hal ini menunjukan pemkab sudah bekerja dengan serius,” kata Bupati, usai menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020 di DPR Purbalingga, Rabu (18/3/2020).

Selain angka kemiskinan, bupati yang biasa disapa Tiwi ini juga menyebut adanya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada 2015, IPM Kabupaten Purbalingga masih 67,03 dan di 2019 meningkat menjadi 68,99.

Inflasi di Kabupaten Purbalingga pada 2019 juga dapat dipertahankan pada angka paling rendah, yaitu 2,59 persen.

Sementara hasil penilaian kinerja Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Purbalingga pada 2019 untuk pertama kalinya mendapat katagori B, dengan nilai 61,50.

Tiwi mengatakan, indikator selanjutnya adalah realisasi investasi yang terus mengalami peningkatan. Tercatat pada 2016 investasi hanya Rp483,271 miliar, dan pada 2019 mengalami peningkatan hingga Rp679,69 miliar.

Selain pencapaian 6 indikator tersebut, Pemkab Purbalingga saat ini juga sedang berusaha mewujudkan beberapa hal. Di antaranya Pembangunan Mal Pelayanan Publik untuk meningkatkan kualitas pelayanan; pengoperasian Bandara JB Soedirman, serta pemenuhan sarana prasarana perkotaan. Misalnya, penataan Alun-Alun Purbalingga dan pembangunan Purbalingga Food Center di Komplek GOR Goentoer Darjono.

”Untuk mengembangkan potensi wilayah dan ekonomi, pada 2019 kami juga menjalin kerja sama dengan Perusahan Swasta asal Jepang, Human Ring Cooperative, untuk pengembangan pasar coconut sugar dan magang tenaga kerja Purbalingga di Jepang; kerja sama dagang Indonesia-Rusia untuk pemasaran gula Kristal organik melalui tiga perusahaan, yaitu Moscow Nutspride, Ecofood, dan Goods Trading Company; dan kerjasama dengan perusahaan e-commerce  yang  meluncurkan program ‘Tuka-Tuku’,” jelasnya.

Terpisah, Kabag Humas dan Protokol Setda Purbalingga, Prayitno, mengatakan, penghargaan SAKIP Award yang diterima Pemkab Purbalingga merupakan bukti akuntabilitas kinerja Pemkab Purbalingga.

“Kita mendapat predikat B pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2019, ini merupakan prestasi yang besar, sebab sejak 2017, Purbalingga hanya mampu meraih predikat C,” terangnya.

Lihat juga...