Berbagai Pihak Cegah Corona di Pelabuhan Bakauheni
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Pandemi wabah virus Corona (Covid-19) membuat sejumlah pihak melakukan langkah antisipasi termasuk di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel).
Langkah antisipasi dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang, ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni dan Pemkab Lamsel.
Syaifulail Maslul, humas PT ASDP Indonesia Ferry menyebut penumpang kapal diperiksa suhu tubuhnya memakai thermometer.

Jenis thermo gun seperti pistol digunakan untuk memindai suhu tubuh tanpa menyentuh objek. Petugas ASDP dibantu oleh petugas kesehatan dari KKP Kelas II Panjang memindai penumpang pejalan kaki.
Pengecekan suhu tubuh dengan alat thermo gun dijelaskan Saifulail Maslul akan diarahkan ke dahi calon penumpang. Petugas dari ASDP Bakauheni juga akan memberikan masker dan meminta penumpang memakai hand sanitizer sebelum masuk ke kapal.
Penggunaan hand sanitizer dilakukan agar penumpang menjaga kebersihan selama perjalanan.
“Pemindai tubuh dengan thermo gun sementara diaktifkan pada terminal eksekutif Bakauheni dan juga akan dilakukan pada dermaga reguler untuk melengkapi pemeriksaan calon penumpang kapal yang akan menyeberang dari Sumatera ke Jawa,” terang Syaifulail Maslul saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (15/3/2020).
Sebelumnya alat thermal scanner telah dipasang oleh KKP Kelas II Panjang di terminal eksekutif Anjungan Agung Bakauheni. Namun akibat kurang efektifnya alat tersebut sementara alat tidak difungsikan.
Kepada para penumpang kapal diimbau agar memanfaatkan hand sanitizer di pelabuhan dan kapal. Penggunaan masker bagi pengguna jasa juga dianjurkan menghindari virus Covid-19.
Kepala KKP Kelas II Panjang, Marjunet Danoe menyebut, koordinasi dengan sejumlah pihak telah dilakukan.

Ia memastikan pemasangan alat Body Thermal Scanner (BTS) akan dipasang setelah disiapkan ruangan khusus. Sebab sebelumnya pernah dipasang namun tidak efektif imbas ruangan yang tidak mendukung.
“Terminal eksekutif Anjungan Agung masih terbuka sehingga alat BTS kurang efektif sehingga proses jemput bola dilakukan,” beber Marjunet.
Sistem jemput bola yang dilakukan menurut Marjunet dilakukan dengan mengerahkan petugas. Petugas akan melakukan koordinasi dengan nahkoda, ABK.
Saat ditemukan penumpang kapal atau ABK yang mengalami gangguan kesehatan akan segera dilakukan pemeriksaan. Cara itu dilakukan akibat kondisi kapal yang memiliki banyak pintu.
Kapal yang sandar di pelabuhan Bakauheni menurutnya ada di sebanyak 6 dermaga. Satu kapal yang memiliki fasilitas gangway akan memiliki pintu pada ramdoor, side ramp dan gangway. Penggunaan BTS dan thermal gun diakuinya kurang efektif. Koordinasi dengan nahkoda kapal akan terus dilakukan meminimalisir virus Covid-19.
Concern Pemerintah Daerah Kabupaten Lamsel juga dilakukan dengan membentuk posko. Pembentukan posko melibatkan Dinas Kesehatan dilakukan mencegah penumpang, pengunjung dermaga eksekutif terpapar Covid-19.
Sebab terminal eksekutif yang juga merupakan pusat perbelanjaan memiliki potensi pusat berkumpulnya masyarakat.