Bangun Jembatan Roboh Pemkab Halmahera Utara Alokasikan Rp6 Miliar

TERNATE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara siap mengalokasikan dana Rp6 miliar untuk membangun jembatan desa Katana, kecamatan Tobelo Timur, kabupaten Halmahera Utara (Halut) yang roboh akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu.

“Tim teknis telah menghitung kebutuhan anggaran dan estimasi pembangunan ini mencapai Rp6 miliar rupiah, jembatan tersebut bakal menggunakan rangka baja,” kata Sekretaris Kabupaten Halut, Fredy Tjuanda dihubungi dari Ternate, Rabu.

Menurut dia, sebelumnya telah diperintahkan oleh Bupati Halut, Frans Manery untuk meninjau langsung lokasi bencana dan memetakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut.

Fredy mengemukakan, pemda dalam hal ini instansi teknis telah menghitung besaran anggaran pembangunan jembatan dengan panjang 70 meter.

Ia menjelaskan bahwa anggaran tersebut dari pergeseran yang saat ini tengah diusulkan ke DPRD Halut, sebab, hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah kepada wilayah terdampak bencana yang terancam terisolasi karena akses satu-satunya jembatan tersebut terputus akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu.

“Pemda sudah menyurati DPRD terkait pergeseran anggaran untuk menanggulangi pembangunan jembatan di Katana, sebab, beberapa waktu lalu pemda telah mengusulkan ke pusat, namun jembatan desa Katana menjadi prioritas kedua. sehingga Pemda Halut harus mengambil kebijakan,” terangnya.

Sehingga, jika disetujui oleh DPRD, maka paling lama pembangunannya ditargetkan 3 bulan dan April 2020 sudah mulai dikerjakan.

Sementara itu, Pemprov Malut sebelumnya telah menyiapkan bantuan logistik untuk para pengungsi banjir di Halut dan akan dikirim kalau sudah ada permintaan resmi dari pemkab setempat.

Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba, mengakui, telah menginstruksikan instansi terkait untuk menyiapkan kebutuhan bagi korban banjir Halut dan kalau pemda setempat sudah ada permintaan baru disalurkan.

Banjir yang melanda Kabupaten Halut ini mengakibatkan empat desa terendam banjir dan pemkab setempat telah bergerak cepat mengevakuasi masyarakat terdampak banjir ke tempat yang lebih aman.

Gubernur mengaku sangat prihatin dengan kondisi masyarakat di Halmahera Utara saat ini. Untuk itu, pihaknya telah meminta Pemkab segera mengambil langkah cepat, bahkan, jika membutuhkan bantuan dari Provinsi segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait. (Ant)

Lihat juga...