Akibat Hujan, Banjir Tutup Pintu Masuk Pelabuhan di Maumere
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
MAUMERE — Hujan lebat yang mengguyur kota Maumere kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak pagi hingga menjelang pukul 18.00 WITA membuat beberapa titik tergenang banjir, termasuk di jalan-jalan raya utama.

Air tergenang yang parah terjadi di sekitar wilayah Jalan Mawar Perumnas Maumere, jalan Achmad Yani, jalan trans utara Flores di Waidoko bahkan menggenangi ruas jalan di depan pelabuhan Laurens Say Maumere.
“Hujan sejak pagi membuat jalan di depan pintu masuk pelabuhan hingga setinggi lutut orang dewasa. Banyak sepeda motor yang tidak bisa melintas karena genangan air terlalu tinggi,” kata Patris Wola, warga kota Maumere kabupaten Sikka provinsi NTT, Sabtu (7/3/2020) sore.
Patris mengakui, kondisi banjir semakin parah sebab wilayah pelabuhan berada di dataran rendah, sehingga air dari jalan raya dari bagian selatan yang tidak ada salurannya mengalir melewati badan jalan menuju pintu masuk pelabuhan Laurens Say.
Kondisi banjir semakin tinggi, kata dia, mengingat saluran depan pintu masuk pelabuhan dan kantor Bea Cukai dan Pelindo III Maumere yang persis berada di kiri kanan pintu masuk tidak bisa membuang air ke laut.
“Ada saluran pembuangan ke muara kali di sebelah barat pelabuhan, tetapi lokasinya lebih tinggi sehingga hanya sebagian kecil saja air yang mengalir ke muara kali dan laut. Ini membuat ketinggian air di depan pintu masuk sangat tinggi hingga selutut,” tuturnya.
Laurens Sina Ritan, warga kota Maumere yang memiliki kios di depan pintu masuk pelabuhan Laurens Say saat ditanyai mengatakan, sistem drainase di pintu masuk pelabuhan diduga dibangun kurang baik.
Pintu masuk sebelah barat, sebut Laurens, harus diatur salurannya sebab tidak bagus bagi citra kabupaten Sikka, karena setiap ada hujan lebat air pasti tergenang dan terjadi banjir. Apalagi jalan di depan pintu masuk pelabuhan sudah ditinggikan.
“Setiap ada hujan pasti terjadi banjir dan genangan air akan tinggi. Pemerintah kabupaten Sikka bersama pihak Pelindo III Maumere, Bea Cukai Maumere dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say harus memperbaikinya,” tegasnya.