812 Pasien DBD Dirawat di RS TC Hillers Maumere
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
MAUMERE — Sejak Januari 2020 hingga tanggal 5 Maret 2020, jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai angka 1.145 pasien dan 13 orang anak.

Dari total 1.145 pasien yang terserang DBD, sebanyak 812 pasien mendapatkan perawatan di RS TC Hillers Maumere milik pemerintah kabupaten Sikka, sementara sisanya sebanyak 214 dirawat di RS St.Gabriel Kewapante dan 106 lainnya di RS Sta. Elisabeth Lela.
“Sisanya sebanyak 13 pasien dirawat di Puskesmas yang ada di kota Maumere. Dari 13 korban yang meninggal dunia, 11 korban meninggal di RS TC Hillers Maumere dan 2 lainnya di RS Sta. Elisabeth Lela,” kata dr. Asep Purnama, dokter di RS TC Hillers Maumere, kabupaten Sikka provinsi NTT, Sabtu (7/3/2020).
Asep menyebutkan, jumlah penderita DBD di bulan Januari 2020 mencapai 346 pasien sementara bulan Februai meningkat drastis mencapai 705 pasien sementara bulan Maret 2020 hingga tanggal 5 Maret telah mencapai 103 kasus.
Dari 21 kecamatan di kabupaten Sikka jelasnya, penderita terbanyak berasal dari Magepanda sebanyak 168 orang disusul Nita 133 serta 3 kecamatan di kota Maumere masing-masing Alok 117, Alok Timur 115 serta Alok Barat 104 orang.
“Kasus terendah terjadi di Mapitara 7 kasus dan Waiblama 5 kasus. Korban meninggal dunia terdapat di 8 kecamatan masing-masing Nita, Mego, Tanawawo, Alok dan Alok Timur masing-masing 2 orang, serta Magepanda, Nelle dan Bola masing-masing satu orang,” jelasnya.
Sejak Januari 2020 terang Asep,jumlah penderita tertinggi terjadi di minggu kedelapan sebanyak 181 kasus serta menurun di minggu kesembilan dengan jumlah 174 kasus sama dan terus menurun di minggu ke sepuluh mencapai 103 kasus.
Sementara itu, Afridus Aeng, ketua Komisi III DPRD Sikka meminta agar pemerintah kabupaten melalui dinas kesehatan melakukan berbagai langkah terobosan, mengingat rumah sakit TC Hillers Maumere sudah penuh oleh pasien, terutama anak-anak.
Afridus meminta agar pasien DBD di RS TC Hillers Maumere dipindahkan ke bekas gedung Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang, tetapi pengawasannya tetap dibawa RS TC Hillers Maumere agar tidak menumpuk di rumah sakit.
“Kalau bisa pasien DBD yang lain dipindahkan ke bekas gedung Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang guna mencegah menumpuknya pasien. Tapi pengawasannya tetap berada dibawah RS TC Hillers Maumere,” harapnya.
Afridus mengapresiasi penanganan pasien DBD yang dilakukan dinas Kesehatan kabupaten Sikka dan berharap agar pasien cepat ditangani agar tidak ada lagi korban jiwa terutama anak-anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan, pihaknya tetap memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pasien DBD meskipun tenaga medis, baik di rumah sakit maupun beberapa Puskesmas mengalami kelelahan.
“Ada dokter di Puskesmas Bola yang meskipun sakit tetap melayani pasien. Seorang perawat mendampingi dokter ini dengan memegang infus selama dokter tersebut memeriksa pasien,” terangnya.
Petrus katakan, membludaknya pasien di Puskesmas Bola membuat ruangan tidak tertampung sehingga pihaknya terpaksa mempergunakan ruangan kosong di kantor camat Bola yang berada persis di depan Puskesmas.
Dirinya berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan di sekitar rumah dan lingkungannya mengingat musim hujan masih terjadi hingga akhir Meret 2020 nanti sehingga penderita masih terus ada.