12 Rumah di Banyumas Tergenang Akibat Tanggul Sungai Jebol

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

BANYUMAS — Hujan deras yang terjadi semalaman membuat debit air sungai melimpah hingga tanggul di Sungai Angin, Kecamatan Sumpiuh, jebol dan menggenangi rumah warga. Ada 12 rumah warga yang terdampak banjir hingga Kamis (5/3/2020) pagi ini.

“Hujan deras mulai tadi malam dan sekitar pukul 23.00 WIB tanggul Sungai Angin jebol, sampai pagi ini belasan rumah masih tergenang,” sebut Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Ariono Poerwanto.

Banjir menggenangi rumah warga di RT 03 RW 04 dan RT 04 RW 04. Tanggul yang jebol sepanjang kurang lebih 7 meter dan dimungkinkan semakin melebar karena debit air sungai terus meningkat. Ketinggian air yang menggenangi rumah-rumah warga mulai dari 20 hingga 60 centimeter.

Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Ady Candra yang berada di lokasi banjir mengatakan, rumah yang genangan airnya paling tinggi di RT 04 RW 04, yaitu rumah milik Ruwed dan Nurani, dengan ketinggian air 60 centimeter. Kemudian di RT 03 RW 04, rumah milik Sugiono dan Muhidin tergenang air dengan ketinggian 50 centimeter.

“Untuk yang lainnya seperti rumah Pak Saimin, Masmud, Rusmiati dan lain-lain genangan air hanya 20 centimeter,” jelasnya

Sejak Kamis malam dini hari, anggota Tagana bersama BPBD Banyumas , Satpol PP, Polsek Sumpiuh serta Koramil Sumpiuh terjun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta membantu warga terdampak. Puluhan karung dipasang untuk menahan luapan air sungai.

Tanggul Sungai Angin di Sumpiuh ini sudah beberapa kali jebol, terakhir saat hujan deras Maret 2019. Namun, penguatan hanya dilakukan dengan tumpukan karung pasir.

“Pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB, debit air sungai meningkat, karena hujan belum juga reda, sehingga warga yang terdampak banjir meluas dan hari ini kita akan melakukan kerja bakti untuk menambal tanggul Sungai Angin,” kata Ady Candra.

Sementara itu, salah satu warga terdampak, Madiharjo mengatakan, hujan deras terjadi sejak Rabu (18/3/2020) malam dan terus berlangsung hingga Kamis pagi. Air mulai masuk ke rumahnya dini hari tadi. Meskipun tidak terlalu tinggi, namun cukup mengganggu aktivitas.

“Ruang tamu hingga dapur tergenang, sehingga kita harus mengamankan barang-barang elektronik, karena kemungkinan hujan terus turun hari ini,” katanya.

Meski rumah mulai tergenang, namun warga memilih untuk tetap bertahan dan belum mengungsi. Selama ini mereka tinggal di daerah cekungan dan sudah terbiasa dengan banjir.

Lihat juga...