Wali Kota Bekasi Minta CPNSD Memiliki Komitmen Pelayanan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi, meminta Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD)  memiliki komitmen dan motivasi tinggi di bidang pelayanan. Aparatur sipil negara harus memiliki terobosan program pelayanan.

“CPNS Daerah Kota Bekasi 2019 harus memiliki komitmen kuat terhadap terobosan program pelayanan bagi masyarakat,”ungkap Rahmat Effendi saat mengisi masa orientasi kepada ratusan CPNS Daerah 2019, Selasa (4/2/2020).

Diketahui sebanyak 271 Calon Pegawai Negeri Daerah (CPNSD) Kota Bekasi pada tahun 2019, mengikuti masa orientasi dan pengenalan yang digelar oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) setempat.

Rahmat Effendi berharap 271 CPNS Daerah tersebut mampu memberi warna perubahan pelayanan di kota Bekasi dengan semangat baru sesuai dengan perkembangan zaman.

“Sesuatu yang sangat berbahagia, menjadi aparatur sipil negara di Bekasi. Menjadi seorang pegawai di lingkup pemkot perlu komitmen dan motivasi yang kuat dalam pelayanan, pelayanan yang baik lahir pengabdian yang baik,” tegasnya.

Menurutnya, program pendidikan yang berkualitas diciptakan dari aparatur yang berkualitas. Untuk itu dia berpesan kepada CPNS Daerah yang baru masuk di Kota Bekasi tersebut bisa segera menyesuaikan diri.

“Aparatur dituntut meningkatkan pelayanan karena warga masyarakat sangat cerdas untuk menilai kualitas pelayanan pemerintah,” tukasnya.

Adapun caranya dia memberi gambaran bahwa proses perjalanan pemerintahan, tidak boleh linear, harus mempunyai lonjakan progres ke arah yang lebih baik. Sehingga mampu menularkan kebaikan bagi pelayanan di Kota Bekasi.

Ia berharap dalam tahap awal memasuki organisasi pemerintahan, aparatur yang baru tersebut mampu beradaptasi di ruang lingkup kinerja masing-masing. Harus segera menyesuaikan diri dengan tugas yang baru dalam penempatan yang dibutuhkan.

“Pasti yang ditemukan persoalan akut dimana itu perlu diselesaikan tugasnya. Ada tugas pengabdian dan pelayanan. Mampu memahami siklus proses perjalanan yang ada, membuat konsep terobosan demi mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan iklim investasi sektor usaha,” ungkapnya.

Lihat juga...