TdS 2020 Sumbar Meluas ke Jambi
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Provinsi Jambi kembali menyatakan diri untuk ikut dalam acara balap sepeda Internasional Tour de Singkarak (TdS) 2020. Sebelumnya Jambi juga telah ikut dalam dua etape pada acara yang telah diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sejak tahun 2009 ini.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, keikutsertaan Jambi dalam TdS telah mulai pada TdS 2019 lalu. Ada dua etape yang melibatkan Jambi yakni di Sungai Penuh dan Kerinci.

Ia menyebutkan, dalam tahun 2020 ini, rute untuk di Jambi diperkirakan bakal meluas, dan tidak hanya untuk Sungai Penuh serta Kerinci.
Tapi berdasarkan usulan dari Pemprov Jambi dalam rapat TdS belum lama ini ke Pemprov Sumatera Barat, Jambi meminta agar daerah seperti Muaro Bungo dan Merangin, juga bisa ikut dilintasi para pebalap dunia.
“Itu sifatnya pihak dari Pemprov Jambi mendaftarkan daerahnya untuk ikut pada TdS 2020 ini yang direncanakan digelar September 2020 nanti. Ke depan hal ini tentunya perlu dilaporkan juga ke Kementerian Pariwisata,” katanya, Selasa (4/2/2020).
Menurutnya, mengingat bakal ada beberapa daerah di Sumatera Barat yang tidak bisa jadi peserta penyelenggaraan TdS 2020, karena anggaran daerah banyak tersedot untuk pemilihan kepala daerah yang juga berlangsung di tahun 2020 ini. Tidak ada salahnya, memberikan kesempatan kepada Jambi untuk ikut andil dalam TdS.
“Ya kalau dari Jambi memiliki anggaran yang bisa mendukung TdS ini, apa salahnya. Soal nama tidak akan berubah, tetap Tour de Singkarak,” tegasnya.
Untuk itu, Nasrul Abit menegaskan, meski sekarang merupakan tahun ketiga TdS tidak lagi didukung oleh anggaran dari Kementerian Pariwisata RI, Pemprov Sumatera Barat tetap optimis, kalau TdS akan tetap diselenggarakan dari tahun ke tahun.
Sementera itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Novrial, mengatakan, ada sisi positif dengan kembalinya Jambi menjadi bagian dari TdS. Karena hal ini semakin mempertegas bahwa TdS benar-benar menghubungkan Sumatera, dan tidak hanya di seputar Sumatera Barat.
Ia menjelaskan, sejauh ini yang menyatakan diri tetap jadi peserta dalam penyelenggaraan TdS 2020 untuk wilayah Sumatera Barat, ada 12 daerah.
Seperti dari Kota Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Payakumbuh, Kabupaten Solok Selatan, Solok, Pesisir Selatan, Agam, Tanah Datar, Sijunjung dan Dharmasraya.
Sementara, empat daerah lainnya berasal dari Provinsi Jambi yaktu Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Bungo dan Merangin.
“Jadi di Sumatera Barat ada dua daerah yang memastikan tidak ikut sejauh ini, yaitu Kabupaten Pasaman Barat dan Pasaman,” jelasnya.
Alasan kedua daerah itu, karena anggaranya banyak diperuntukkan Pilkada 2020. Dua daerah ini memiliki nilai sejarah yang besar, seperti di Pasaman memiliki tempat yang dilintasi khatulistiwa tepatnya di Bonjol, serta juga ada kawasan Rimbo Panti.