Stok Pesepak Bola Perempuan Indonesia Mulai Berlimpah
JAKARTA – Mantan pelatih tim nasional putri Indonesia, Rully Rudolf Nere mengatakan, stok pemain sepak bola Indonesia kini mulai berlimpah. Hal itu dialami, setelah bergulirnya kompetisi Liga 1 putri sejak 2019.
“Untuk sekarang, tak akan sulit lagi mencari pemain perempuan, sebab kompetisi sudah berjalan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Rully Nere di Jakarta, Senin (3/2/2020).
PSSI sudah menggulirkan Liga 1 putri, dengan Persib Bandung keluar sebagai juara edisi pertama kompetisi tersebut. Meski baru diikuti 10 klub, bagi Rully, cukup untuk melihat banyaknya potensi-potensi yang bisa terus diasah, dan bisa menjadi tulang punggung timnas Indonesia.
Menurut Rully, kegagalan timnas Indonesia putri di SEA Games, karena waktu tak memiliki banyak pilihan materi pemain. Kebanyakan yang bergabung merupakan bekas jebolan futsal, dan tentu kesulitan jika bermain di timnas sepak bola. “Yang jadi masalah fisik mereka. Apalagi umur senior, main bola kebanyakan udah besar baru mengenal bola. Terus mereka banyak dari futsal, akhirnya begitu dipanggil fisiknya di bawah standar, teknik-teknik bola dia beda,” tandasnya.
Perbedaan latar belakang inilah yang membuat Rully harus bekerja keras membangun karakter, teknik, hingga fisik si pemain. Maka, dengan adanya kompetisi resmi, ke depan mencari pemain bola putri tidak akan terlalu sulit dilakukan. “Di kompetisi, mereka menonjol, seperti pemain terbaik dari Persib, itu dulu ikut saya di U-16, dari Arema juga ada. Visi bermain, karakter, disiplin mereka berbeda dengan senior,” katanya.
Diharapkan, klub-klub di Liga 1 Indonesia mulai banyak terlibat dalam pengembangan sepak bola putri, dengan mengikuti kompetisi resmi. Jika kompetisi diikuti banyak klub, maka kualitas pemain akan semakin berkembang dan kompetitif. (Ant)