Rehab SDN Margahayu XIII Kota Bekasi, Mangkrak

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat, menyesalkan mangkraknya pembangunan total SD Negeri Margahayu XIII, Kecamatan Bekasi Timur. Mereka pun meminta ketegasan dari pemerintah setempat agar segera menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya minta ketegasan Pemerintah Kota Bekasi, agar pembangunan total SD Negeri Margahayu XIII segera selesai dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM),”kata Daryanto, anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, saat melihat langsung kondisi bangunan, Senin (3/2/2020).

Diketahui, mimpi ratusan peserta didik dan guru SDN Margahayu XIII dapat menggunakan ruang kelas baru untuk KBM di 2020 ini, nampaknya harus pupus. Pasalnya, bangunan dua lantai dengan 10 kelas yang dibangun menggunakan APBD 2019 sebesar Rp2,3 miliar tersebut mangkrak, meskipun sebelumnya sudah diberi adendum 50 hari kerja.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Evi Mardiningsih, bersama lima anggota dewan lainnya saat melihat langsung kondisi bangunan SD Negeri Margahayu XIII, Senin (3/2/2020). –Foto: M Amin

Daryanto, anggota DPRD Kota Bekasi mengatakan setelah di cek, ternyata pembangunan tersebut ada masalah internal di kontraktor pelaksana. Diakuinya, pihak pemerintah sudah beritikad baik untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Menurutnya dari sisi standar bangunan tersebut, sudah bisa digunakan meskipun realisasi bangunan baru mencapai 80 persen. Hal tersebut menimbang kelas induk sudah rapuh dan saat ini memasuki musim penghujan, dikhawatirkan sekolah roboh.

Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD KOta Bekasi, Evi Marfiningsih. Dia menyesalkan mangkraknya pembangunan SD Negeri Margahayu XIII tersebut.

“Saya lihat bangunan yang biaya dana APBD 2019 lalu itu baru terealisasi 80 persen, baik daun pintu, jendela, instalasi listrik dan pengecatan belum rampung. Padahal, ini sudah Februari 2020,” tegasnya di sela sidak.

Dia juga meminta Dinas Pendidikan Kota Bekasi, segera turun melihat langsung kondisi SD Negeri XIII tersebut. Karena ruang kelas yang ada sekarang cukup memprihatinkan, rapuh dan dikhawatirkan ambruk di musim penghujan ini.

“Kami akan panggil kontraktor pelaksana pembangunan SD Negeri Margahayu XIII, untuk mempertanyakan alasan kenapa mangkrak pembangunannya. Sehingga semua bisa terbuka secara gamblang,” tegasnya.

Sementara Kepala Sekolah SD Negeri Margahayu XIII, Nasan SR, kepada media hanya mengaku pasrah. Menurutnya, kondisi ruang belajar mengajar yang digunakan saat ini sudah sangat memprihatinkan.

“Saya sudah beberapa bulan ini menerapkan sistem tiga shift, yakni mendahulukan anak kelas VI yang sebentar lagi menghadapi UN,” paparnya.

Terkait kondisi bangunan yang mangkrak, Nasan mengaku sudah melaporkan ke Disdik. Namun sifatnya hanya menunggu kebijakan Disdik, apakah bangunan yang baru dibangun sudah bisa digunakan atau belum.

Diketahui, bangunan dengan nilai mencapai Rp2,3 miliar tersebut dilaksanakan oleh CV Satria Pratama. Pihak pelaksana juga masih belum membayar gaji pekerja mencapai 50 orang, dengan total nilai mencapai Rp200 jutaan lebih.

Lihat juga...