Hampir Sepekan Terjadi Angin Kencang di Sumbar
Editor: Koko Triarko
PADANG – Hampir sepekan ini, angin kencang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat, yang dominan berlangsung pada pagi hari, dan menyebabkan pohon tumbang di sejumlah wilayah.
Kasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan, hasil dari pantauan menunjukkan ada pola angin Timur yang ketika melewati bukit barisan, akan membentuk awan-awan hujan di wilayah timur Sumatra Barat.
Ia menyebutkan, setelah angin itu menuruni perbukitan akan menjadi angin lembah yang bersifat kering, dan terkadang cukup kencang. Hal ini yang menyebabkan kondisi cuaca di pesisir barat Sumatra Barat cenderung cerah, kering, dan panas.
“Untuk pengamatan di Stasiun BMKG, angin berkecepatan 15 km per jam, namun di beberapa tempat di Padang bisa lebih dari nilai tersebut,” katanya, Senin (3/2/2020).
Yudha menjelaskan, angin kencang cenderung terjadi pada pagi hari. Di Padang, angin kencang sudah mulai terjadi pukul 06.30 WIB, dan beberapa daerah lainnya mulai pukul 10.00 – 11.00 WIB. Hal ini karena pada saat pagi hari baru mulai pemanasan, di mana daerah dataran rendah lebih cepat panas dibanding daerah pegunungan.
“Dengan demikian, tekanan udara di dataran rendah menjadi jauh lebih rendah, hal ini mengakibatkan massa udara bergerak lebih cepat pada pagi hari,” sebutnya.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada adanya kemungkinan yang ditimbulkan, seperti pohon tumbang dan bencana lainnya. Apalagi, kondisi tersebut belum diketahui sampai kapan akan berlangsung, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, mencatat akibat angin kencang terjadi pohon tumbang di empat lokasi, kebanyakan di di kawasan pemukiman warga.
Kasi Kadaruratan dan Penanganan Bencana, BPBD Padang, Sutan Hendra, menjelaskan, dimulai dari pagi tadi, Senin (2/1), ada kejadian pohon tumbang menghambat akses jalan, tepatnya di jalan Bayur Kelurahan Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara. Jenis pohon yang tumbang yakni pohon Trambesi. Tidak ada kerugian yang berarti.
“Selain di sana, juga ada kejadian pohon tumbang menimpa pagar rumah warga di Kelurahan Ulak Karang Utara, beruntung pemilik rumah aman,” ujarnya.
Pohon tumbang juga terjadi di Ambun Suri, Kelurahan Gunung Panggilun. Pohon beridiameter 45 cm menimpa pagar rumah warga. Lalu, di Bypass KM 18 Kelurahan Pasar Ambacang, pohon tumbang menimpa pagar Puskesmas dan kabel Telkom.
“Semua kejadian pohon tumbang itu telah ditangani langsung oleh petugas BPBD Padang, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ucapnya.