PBSI Optimistis Tim Putra Akhiri Dahaga Gelar Juara Piala Thomas
JAKARTA – Sekretaris Jenderal PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Achmad Budiharto optimistis, dengan kekuatan yang dimiliki sektor putra, sehingga bisa mengakhiri dahaga gelar juara di Piala Thomas 2020.
“Untuk tim putra ini adalah peluang besar, karena ini kebetulan (pebulu tangkis putra) menduduki ranking yang tinggi baik tunggal maupun ganda. Jadi bisa ada kesempatan untuk memborong Piala Thomas ke Indonesia,” kata Budiharto, yang ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta.
Optimisme tersebut muncul bukan tanpa alasan. Tim putra Indonesia menjadi salah satu tim terkuat pada kompetisi tepok bulu. Sehingga harapan itu semakin realistis, dengan kekuatan dua wakil ganda putra terbaik dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang cukup ditakuti oleh lawan-lawannya.
Selain itu, ada juga dua pemain tunggal yang masuk dalam jajaran 10 besar dunia, yakni Anthony Sinisuka Ginting yang kini menduduki peringkat tiga, serta Jonatan Christie di posisi tujuh dunia. Tak hanya itu, gelar juara ketiga beruntun Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia (BATC) berhasil direbut di Manila, Filipina, 11-16 Februari lalu. Hal itu juga menjadi modal bagus bagi tim putra Indonesia untuk merebut kembali Piala Thomas ke Tanah Air.
Turnamen bulu tangkis beregu Piala Thomas 2020 akan bergulir pada 16-24 Mei di Aarhus, Denmark. Indonesia menjadi negara tersukses dengan 13 gelar juara Piala Thomas. Namun Merah Putih harus mengalami paceklik gelar setelah gelar terakhir di 2002 silam.
Terakhir, Indonesia hanya mampu mendapat torehan terbaik menjadi runner-up pada 2016. Sebelum ke Piala Thomas, tim putra Indonesia kini tengah fokus untuk persiapan tampil di All England yang akan berlangsung di Birmingham, Inggris, 11-25 Maret 2020.
Jika di tim putra ada rasa optimistis, maka untuk peluang di Piala Uber, Achmad Budiharto mengaku memasang posisi realistis. Sebeljumnya, tim putri Indonesia gagal di Kejuaraan Bulu tangkis Beregu Asia (BATC). “Untuk tim Uber kita masih harus berjuang keras dan realistis. Mungkin kita harus menambah jam terbang lagi,” kata Budi lebih lanjut.
Tim putri yang ditargetkan masuk semifinal, justru terhenti di babak perempat final BATC 2020, setelah dikalahkan tim Thailand dengan skor 2-3. Padahal BATC 2020, merupakan salah satu kejuaraan kualifikasi Piala Uber 2020.
Kendati gagal, tim putri tetap lolos melaju ke putaran final Piala Uber, karena Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dunia. Posisinya di bawah China dan juara bertahan Jepang. Dengan lolosnya Merah Putih ke Piala Uber 2020, PBSI menargetkan, agar tim putri Indonesia setidaknya dapat lolos fase grup, yang merupakan satu target realistis saat ini. “Kita sih berharap paling tidak lolos dari fase grup dan masuk ke babak berikutnya,” jelasnya.
Sebelumnya, Budi tidak menampik kekuatan di sektor putri masih belum merata, dibandingkan sektor putra yang kini menduduki posisi puncak di daftar peringkat BWF. Berdasarkan pemutakhiran ranking BWF per 18 Februari 2020, hanya pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, yang saat ini menempati peringkat delapan besar dunia. Sementara yang lainnya masih berada di posisi 20 besar, dan harus berjuang keras mengumpulkan poin.
Sebanyak 16 negara akan bertanding di Piala Uber 2020. Selain Jepang sang juara bertahan dan Denmark sebagai tuan rumah, ada juga empat tim terbaik BATC 2020, yaitu Korea, Thailand, dan Malaysia. Empat slot dari Eropa diamankan Prancis, Jerman, Skotlandia, dan Rusia.
Sedangkan tiga slot dari zona Oceania, Pan Amerika dan Afrika masing-masing direbut Australia, Kanada, dan Mesir. Adapun tiga slot lain didapat oleh Indonesia, Taiwan, dan India berdasarkan perhitungan peringkat dunia. (Ant)