Luapan Sungai Way Sekampung Masih Rendam Rumah-Tambak

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Luapan Sungai Way Sekampung sejak Sabtu (1/2/2020) di Desa Kuala Sekampung dan Desa Bandar Agung Lampung Selatan (Lamsel) hingga Minggu (2/2/2020) belum surut.

Hasran Hadi, Sekretaris Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Lamsel menyebut total sebanyak 26 rumah terdampak luapan sungai. Sebagian warga terpaksa mengungsi di tanggul penangkis menggunakan tenda.

Wilayah terdampak berada di Dusun Pusingan Desa Kuala Sekampung sebanyak 5 rumah. Luapan sungai tersebut juga merendam sebanyak 21 rumah di Dusun Bunut Utara dan Dusun Umbul Besar Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi.

Hasran Hadi, Sekretaris Taruna Siaga Bencana Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan melihat lokasi banjir luapan Sungai Way Sekampung yang masih belum surut di Dusun Bunut Utara Desa Bandar Agung, Minggu (2/2/2020). -Foto: Henk Widi

Bantuan menurutnya diberikan kepada warga Dusun Pusingan yang telah mengungsi di tanggul. Penyaluran bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Lamsel melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) Maju Bersama. Dibantu unsur TNI dari Koramil Palas, Polsek Sragi bantuan yang disalurkan berupa pendirian dua unit tenda keluarga. Bantuan bagi warga yang mengungsi di tanggul penangkis meliputi selimut, peralatan mandi dan matras. Kebutuhan lain menurutnya masih akan dipantau melihat kondisi luapan Sungau Way Sekampung.

“Meski air berangsur surut pada sejumlah titik namun warga masih dihimbau waspada mengantisipasi air kiriman yang berasal dari aliran Sungai Way Sekampung berasal dari Kabupaten Pesawaran dan wilayah hulu sungai yang hujan,” tutur Hasran Hadi saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (2/2/2020).

Hasran Hadi menyebut luapan air yang merendam puluhan rumah di dua desa tersebut imbas banjir kiriman. Sebab di wilayah Lamsel dalam kondisi cerah tanpa hujan namun air sungai perlahan naik ke bantaran sungai hingga permukiman penduduk. Selain berdampak bagi rumah warga di luar tanggul penangkis luapan sungai berimbas sekitar 50 hektare tambak udang vaname warga terendam.

Bantuan berupa selimut, peralatan mandi,matras diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan bagi warga terdampak luapan sungai Way Sekampung yang harus mengungsi di tanggul penangkis akibat rumah terendam luapan, Minggu (2/2/2020). -Foto: Henk Widi

Ketinggian air pada Minggu (2/2) mulai berkurang. Sebelumnya ketinggian air mencapai 100 cm dan kini mulai surut hingga 30 cm. Meski demikian pemantauan ketinggian air terus dilakukan oleh personel Tagana yang sebagian merupakan warga di sekitar lokasi terdampak banjir. Langkah lanjutan menurutnya telah dikoordinasikan dengan unsur terkait.

Hasan, salah satu warga pemilik tambak udang vaname di Dusun Umbul Besar menyebut luapan sungai Way Sekampung merupakan siklus lima tahunan. Puncak luapan sungai batas alam Lampung Timur dan Lampung Selatan itu kerap terjadi pada bulan Februari. Sebagian pemilik tambak yang telah menebar benih udang dipastikan merugi puluhan juta rupiah.

“Sebagian pemilik tambak harus melakukan panen dini menimalisir kerugian karena luapan Sungai Way Sekampung belum surut,” beber Hasan.

Panen dini secara parsial menurutnya akan dilakukan menggunakan jaring. Sebab sistem pompa untuk panen mustahil dilakukan dalam kondisi sunga meluap. Luapan Sungai Way Sekampung menurutnya sekaligus menjadi banjir rob. Sebab banjir dari hulu sungai ke muara yang ada di Desa Bandar Agung akan terdorong naik ke sungai saat pasang air laut.

Lihat juga...