Kontraktor di Banyumas Pertanyakan Stok Limbah Plastik Untuk Aspal
Editor: Koko Triarko
PURWOKERTO – Kebijakan Pemkab Banyumas yang mewajibkan seluruh pengerjaan jalan di Banyumas menggunakan aspal hotmix campur limbah plastik, mendapat dukungan dari para kontraktor. Mereka menyatakan siap melaksanakan kebijakan yang bertujuan mengurangi limbah plastik tersebut. Hanya saja, ketersediaan bahan baku limbah plastik harus dipastikan.
“Yang digunakan sebagai campuran aspal ini kan limbah plastik kresek yang sudah dicacah, yang otomatis juga harus dipilah dan cacah terlebih dahulu, sehingga butuh waktu untuk menyediakan limbah plastik yang dipergunakan sebagai campuran aspal tersebut,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Kontruksi Seluruh Indonesia (Gapensi) Kabupaten Banyumas, Mohammad Lutfi, Rabu (12/2/2020).

Lutfi menegaskan, pada prinsipnya pihaknya siap melakukan kebijakan tersebut. Bahkan, ia bersama perwakilan sejumlah asosiasi jasa kontruksi sudah berkeliling ke Pengolahan Daur Ulang (PDU) dan hanggar untuk melihat langsung kesiapan bahan baku limbah plastik.
“Kita bersama dinas terkait serta PT Banyumas Investama Jaya (BIJ) selaku pihak yang menyediakan bahan baku limbah plastik, sudah berkeliling ke PDU-PDU dan hanggar, namun kelihatannya PDU dan hanggar masih butuh waktu untuk menyiapkan bahan baku campuran limbah plastik,” terangnya.
Lebih lanjut Lutfi mengatakan, ketersediaan limbah plastik ini harus segera dipenuhi, sebab sebentar lagi sudah masuk waktu lelang dan otomatis pekerjaan akan segera dimulai. Terlebih tidak semua limbah plastik bisa dijadikan bahan campuran Asphalt Mixing Plant (AMP).
“Masalahnya, kalau lelang pekerjaan sudah dilakukan dan kontrak sudah ditandatangani, kita terikat dengan jadwal waktu pelaksanaan. Sehingga jika bahan baku belum siap, akan berdampak pada pekerjaan kita di lapangan,” jelas Lutfi.
Hal senada juga disampaikan Ketua Asosiasi Bangunan Kontruksi Indonesia (Akbarindo) Kabupaten Banyumas, Titin Widiastuti. Menurutnya, ide untuk daur ulang sampah plastik menjadi campuran aspal bagus, namun harus diimbangi dengan kesiapan bahan baku. Sehingga program tersebut bisa dilaksanakan dengan tidak merugikan pihak mana pun.
“Bulan ini sudah masuk masa lelang, kemudian pengerjaan jalan dimulai bulan Maret, jangan sampai pada saat pelaksanaan proyek mengalami hambatan karena faktor bahan baku limbah plastik yang belum tersedia,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Irawadi mengatakan, hari ini pihaknya mengundang seluruh kontraktor di Banyumas untuk membahas tentang ketersediaan plastik cacah untuk campuran aspal hotmix.
Menurut Irawadi, Banyumas memiliki limbah sampah plastik yang sangat banyak. Sehingga para kontraktor tidak perlu mengkhawatirkan soal ketersediaan bahan baku. Hanya saja, yang saat ini sedang dipersiapkan adalah pengolahan limbah plastik cacah, yaitu dari mulai membersihkan, mencacah dan mengeringkan.
“Yang masih butuh waktu adalah pengolahan limbah plastiknya, kalau bahan baku tersedia banyak. Sehingga untuk solusi awal, kemungkinan kita akan melaksanakan lelang pekerjaan yang disesuaikan dengan pengadaan plastik yang sudah tercacah,” kata Irawadi.