KONI Sumbar Belum Tetapkan Atlet PON 2020
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, hingga saat ini belum menetapkan atlet yang bakal ikut berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) yang bakal diselenggarakan 20 Oktober sampai 2 November 2020 mendatang di Papua.
Ketua KONI Sumatera Barat, Syaiful, mengatakan, untuk atlet Sumatera Barat yang bakal mengikuti PON di Papua tidaklah untuk seluruh cabang olahraga (cabor).
Begitu juga untuk atlet yang bakal dikirim, sampai sekarang memang masih belum ditetapkan, dan KONI memilih menggelar latihan bersama setiap hari Sabtu di kawasan GOR Agus Salim Padang.
Tujuan latihan bersama itu, untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan, jika nanti terpilih menjadi atlet untuk ikut PON 2020 di Papua. Di sisi lain, setidaknya dengan ada aktivitas rutinan seperti hari Sabtu tersebut, bisa membuat atlet ikut latihan bersama, bisa menjaga kesehatan tubuh.
“Belum kita tetapkan siapa atletnya dan apa cabornya yang bakal kita daftarkan untuk ikut PON 2020 di Papua, mungkin dalam waktu dekat,” katanya, Jumat (21/2/2020).
Ia menjelaskan, ada alasan bagi KONI untuk tidak mengikuti seluruh cabor yang dipertandingkan pada PON 2020 itu. KONI berprinsip, tidak apa-apa jika minim jumlah atlet yang diikutkan nanti, asalkan hasilnya maksimal.
Hal ini juga beranjak dengan soal biaya, KONI menghitung untuk satu orang atlet Pemprov Sumatera Barat harus mengeluarkan dana keberangkatan atlet ke Papua hingga belasan juta rupiah.
“Di PON Papua ada 37 cabor yang dipertandingkan. Nah apabila semuanya kita ikuti, bakal tidak ada biaya untuk memberangkatkan atletnya. Penerbangan komersil saja, bisa Rp16 juta per orang,” ujarnya.
Dengan demikian KONI memilih untuk tidak asal-asalan dalam mengutus atlet untuk berlaga di PON 2020 di Papua tersebut. Karena dalam mengikuti pertandingan bukan soal eforia saja, sembari berlibat ke Papua, tapi target bersama adalah meraih perestasi.
Syaiful menyebutkan, sejauh ini sudah ada sekitar 20 dari berbagai cabang olahraga (cabor) lebih yang telah mendaftarkan atletnya untuk ke PON Papua yang masuk ke KONI Sumatera Barat. Namun meski ada lebih banyak lagi cabor yang mendaftarkan diri, dipastikan tidak semuanya diberangkatkan ke PON 2020.
“Sejuah ini dari pandangan saya ada 12 atlet yang mungkin bisa dikatakan layak mengikuti PON. Seperti untuk atlet yang berada di cabor silat, angkat besi, dan beberapa cabor lainnya,” ucapnya.
Bahkan pada PON 2020 Papua ini, KONI Sumatera Barat memasukkan atlet peraih emas di Sea Games Filipina yang berasal dari Sumatera Barat. Hal ini membuktikan kalau KONI Sumatera Barat bakal mengirimkan atlet yang berkualitas.