Jembatan Darurat di Kampung Sungai Durian Segera Dibangun

Editor: Makmun Hidayat

SOLOK — Banjir yang melanda Nagari Sungai Durian, di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengakibatkan  satu unit jembatan penghubung perkebunan masyarakat putus total. 

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit memastikan bakal membangun jembatan darurat, sebagai upaya menstabilkan usaha masyarakat setempat.

“Ada sekitar 75 warga yang terjebak di seberang sana akibat jembatan putus ini. Tapi sejauh ini evakuasi warga telah dilakukan BPBD dengan cara menggunakan tali dan bergelantungan. Kita bakal melakukan pembangunan jembatan darurat,” katanya, saat meninjau lokasi, Minggu (9/2/2020).

Ia menyebutkan untuk melakukan jembatan darurat itu nantinya akan ditangani Pemkab Solok. Sementara Pemprov Sumatera Barat akan berupaya membangun jembatan permanen melalui Dinas PU.

Nagari Sungai Durian merupakan daerah yang pada umumnya masyarakat menjadi petani dan berkebun. Sesuai namanya, Sungai Durian, cukup desa itu memanen buah durian. Kini dengan putusnya jembatan itu, membuat masyarakat terganggu mengangkut hasil perkebunan.

“Menurut informasi dari warga akibat intensitas hujan yang tinggi, jembatan di Nagari Sungai Durian sepanjang 15 meter dilaporkan hanyut. Jembatan Lan Cupak yang menghubungkan lahan pertanian warga Sungai Durian yang merupakan sumber ekonomi masyarakat Sungai Durian,” ujarnya.

Nasrul mengatakan dengan bantuan BPBD provinsi dan Kabupaten Solok akhirnya warga Sungai Durian berhasil terselamatkan. Nasrul juga meminta kepada Wali Nagari atau Pemkab Solok untuk memberi laporan ke provinsi sesuai luas lahan pertanian dan jembatan yang rusak, agar perekonomian masyarakat tetap berjalan pascabencana.

“Kondisi ini akan kita bantu, tapi pemerintah daerah harap segera masukan laporan, karena ini menyangkut sumber perekonomian masyarakat di sini,” ujarnya.

Selain itu Nasrul Abit sangat apresiasi bagaimana BPBD bergerak cepat membantu warga yang terjebak di Sungai Durian. Ia menyaksikan bagaimana tim BPBD menyeberang sungai dengan arus yang sangat deras. Bahkan pendistribusian logistik pun, dilakukan dengan cara bergelantungan di atas tali.

Melihat kejadian ini, Wagub berharap kepada masyarakat Sumatera Barat, apabila ada kejadian bencana segera laporkan pada pihak terkait, sehingga penyelamatan langsung turun ke lokasi.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Sumatera Barat, Erman Rahman, mengatakan, untuk melakukan evaluasi timnya telah turun sejak kemarin. Mengingat jembatannya putus, maka dilakukan dengan cara bergelantungan.

“Ada puluhan warga yang telah kita evaluasi. Sekarang hanya beberapa orang lagi yang ada di seberang di sana. Logistik telah kita dikirim,” sebutnya.

Ia menyebutkan sampai kondisi benar-benar aman, tim BPBD bersama TNI dan Tagana juga masih tetap standby di Sungai Durian itu. Hal ini mengingat potensi hujan masih terjadi di Solok, maupun Sumatera Barat secara umum.

“Kita berharap masyarakat waspada, karena hingga April nanti BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih berlangsung,” harapnya.

Lihat juga...