Iran Temukan Dua Kasus Pertama Virus Corona

Presiden China, Xi Jinping (kiri), melakukan inspeksi pencegahan wabah 2019-nCoV di klinik kesehatan masyarakat Anhuali, Distrik Chaoyang, Beijing, Senin (10/2/2020) – Foto Ant

DUBAI – Iran memastikan ada dua kasus pertama virus corona baru pada Rabu (19/2/2020). Hal tersebut diungkapkan juru bicara pemerintah, tidak lama setelah didapatkan laporan tes pertama terhadap kedua kasus itu dinyatakan positif.

“Seperti yang kami janjikan, untuk mengumumkan kasus terkonfirmasi, beberapa menit lalu menteri kesehatan membenarkan ada dua kasus virus corona baru di Kota Qom,” ungkap juru bicara pemerintah, Ali Rabiei, melalui akun media sosialnya, Rabu (19/2/2020).

Menurutnya, Kementerian Kesehatan Iran sebelumnya mengatakan, pasien yang terkena virus  telah ditempatkan di ruangan isolasi. Rabiei tidak menyebutkan kewarganegaraan mereka, namun sejumlah laporan menunjukkan bahwa mereka merupakan warga Iran.

Sementara itu, Jumlah korban meninggal akibat virus corona di China daratan melampaui angka 2.000 pada Rabu (19/2/2020). Namun demikian, jumlah kasus baru dilaporkan menurun selama dua hari berturut-turut. Dan otoritas pemerintah memperketat tindakan pengamanan di Kota Wuhan, yang menjadi pusat wabah virus corona. Beberapa kota di China mengumumkan kekurangan persediaan darah, untuk keperluan klinik segera terjadi.

Media negara di China melaporkan kondisi tersebut, ketika pembatasan perjalanan akibat corona, telah memaksa calon penyumbang darah berdiam di rumah. Kota Shiyan di provinsi Hubei, yang menjadi pusat wabah yang membunuh 2.004 orang dan menginfeksi 74.185 orang sejauh ini, telah mengeluarkan imbauan bagi warga usia 18-55 setempat yang sehat untuk mendonorkan darah.

Otoritas pencegahan wabah di kota tersebut mengatakan, anggota Partai Komunis yang berkuasa, karyawan pemerintah, prajurit, karyawan rumah sakit, dan mahasiswa, hendaknya menjadi teladan sebagai donor. Pusat darah di provinsi Jiangxi mengirim pesan kepada jutaan pengguna telepon di Nanchang ibu kota provinsi, untuk bersedia mengunjungi calon donor.

Sementara Pusat Darah Chongging juga menjalankan layanan serupa di bulan ini, untuk mengatasi kekurangan darah. Sementara ada jutaan orang tak bisa meninggalkan rumah mereka, atau melakukan perjalanan antarkota, setelah otoritas setempat memberlakukan pembatasan untuk mencegah penularan virus. (Ant)

Lihat juga...