Genteng Tanah Liat Masih Jadi Andalan Warga Pesawaran

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sugito bersama 40 kepala keluarga di Desa Pejambon, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran masih bertahan memproduksi genteng tanah liat meski di tengah gempuran genteng spandex, genteng metal.

Genteng tanah liat masih banyak diminati, terutama perumahan di pedesaan. Dalam sehari ia mampu memproduksi genteng dengan sistem cetakan sebanyak 1.000 lebih dengan harga jual Rp850ribu per seribu genteng. Harga tersebut  lebih murah dibanding tahun sebelumnya mencapai lebih dari Rp1juta.

“Permintaan genteng tanah liat memang sudah berkurang karena pilihan jenis lain dan berimbas harga anjlok,” terang Sugito saat ditemui Cendana News, Selasa (25/2/2020)

Sugito mengaku tetap bertahan memproduksi batu bata karena tidak ada pekerjaan lain. Meski memiliki lahan pertanian untuk menanam padi dan jagung ia memilih mengontrakkan kepada penggarap.

Bahan baku tanah liat untuk membuat genteng yang mulai berkurang terpaksa diperoleh dari kabupaten Lampung Selatan.

Penggunaan mesin pencetak mempercepat proses pembuatan. Sebelumnya pembuatan genteng masih mempergunakan alat pencetak atau genteng press.

“Produsen genteng memang jumlahnya mulai berkurang tapi saya bertahan karena meski sedikit, permintaan tetap ada,” tuturnya.

Dalam sebulan Sugito mengaku bisa menjual sekitar 10.000 genteng. Permintaan tersebut dominan berasal dari warga yang akan membangun rumah baru. Satu rumah baru yang akan dibangun sedikitnya membutuhkan sekitar 8.000 hingga 10.000 genteng. Permintaan genteng masih bisa dipenuhi oleh sejumlah produsen di desa tersebut.

Warga lain, Sumiati menyebut produksi genteng tanah liat masih dikerjakan oleh ia dan suami. Membuat genteng tanah liat menjadi sumber penghasilan baginya, meski bahan baku tanah liat tidak bisa diperoleh dari lahan miliknya.

“Tanah liat diperoleh dari kabupaten lain namun jaraknya dekat sehingga harga masih murah,” terang Sumiati.

Harga tanah liat satu kendaraan L300 dibeli dengan harga Rp350 ribu. Jumlah tanah liat satu bak  bisa diolah menjadi genteng sebanyak 5.000 buah.

Proses pengeringan genteng saat penghujan menurutnya lebih lama. Sebagai solusi pengeringan tobong disiapkan sekaligus lokasi untuk menyimpan genteng kering.

Dalam kondisi panas terik pengeringan bisa berlangsung selama dua hari. Saat kondisi penghujan pengeringan butuh waktu sekitar sepekan. Genteng yang sudah dibakar bisa disimpan lama pada tobong. Meski sejumlah produsen telah berhenti produksi ia mengaku tetap bertahan membuat batu bata.

Lihat juga...