Curah Hujan Tinggi, Tanaman Jagung di Lamsel Alami Pembusukan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Lampung Selatan (Lamsel) berimbas tanaman jagung milik petani alami kerusakan.

Sutrisno, petani jagung di Desa Ruguk Kecamatan Ketapang menyebut kerusakan terjadi pada tanaman usia dua bulan. Memasuki tanaman berbunga hingga berbuah muda atau slipi sebagian tanaman membusuk.

Pembusukan tanaman menurut Sutrisno imbas sebagian lahan jagung memiliki kadar air tinggi. Imbasnya perakaran tanaman diserang hama jamur atau cendawan. Serangan hama cendawan menurutnya mengakibatkan akar hingga batang membusuk. Proses penyemprotan dengan fungisida untuk meminimalisir hama telah dilakukan. Meski demikian sebagian tanaman tidak bisa diselamatkan.

Sebagian petani pemilik ternak sapi, kerbau menurut Sutrisno memilih memakai batang jagung untuk pakan. Tanaman jagung yang busuk akar, batang dan layu daun atau dikenal dengan istilah lonyot oleh petani baru dialami pada masa tanam penghujan. Pada masa tanam penghujan atau rendengan ia menyebut selain hama ulat grayak petani harus menghadapi layu batang.

“Meski tanaman terlihat menghijau namun pada bagian batang layu dan sebagian berubah menjadi warna kuning lalu mati meski memasuki tahap mengisi buah oleh petani sebagian dijadikan pakan ternak,” beber Sutrisno saat ditemui Cendana News, Rabu (12/2/2020).

Sutrisno, petani jagung di Desa Ruguk Kecamatan Ketapang Lampung Selatan melakukan proses pengamatan sebagian tanaman jagung yang terkena hama ulat grayak dan sebagian busuk akar, Rabu (12/2/2020). -Foto: Henk Widi

Penanganan pada organisme pengganggu tanaman (OPT) menurut Sutrisno telah dilakukan. Namun akibat kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi upaya penanganan kurang berhasil. Lokasi penanaman yang terlalu basah atau bacek mengakibatkan perakaran tanaman rusak. Upaya pemberian zat kapur jenis dolomit untuk menekan laju pertumbuhan jamur juga telah dilakukan pada lahan seluas satu hektare.

Petani lain, Hasan di Desa Gandri Kecamatan Penengahan menyebut idealnya selama penanaman jagung hujan turun sepekan sekali. Kondisi tersebut akan mendukung pengairan bagi tanaman jagung. Namun pada masa tanam rendengan pada tahun ini ia menyebut hujan turun bisa tiga kali dalam sepekan. Selain merusak perakaran proses pembungaan jagung muda mengalami hambatan.

“Di wilayah kami tanaman banyak yang layu sebagian daun berwarna kuning dan mati,jadi produksi dipastikan anjlok,” tutur Hasan.

Sebagian tanaman yang busuk akar dan layu selanjutnya ditebang untuk digunakan sebagai pakan. Ia menyebut sebagian petani yang memakai modal sendiri untuk menanam jagung memilih menjual batang kepada pemilik ternak sapi. Sebagian pemilik usaha penggemukan sapi membeli tanaman jagung yang dipastikan tidak produktif. Namun sebagian petani tidak menjual tanaman jagung karena terikat hutang dengan bos jagung.

Bos jagung menurutnya merupakan pemilik toko bibit,obat dan pupuk. Hasan mengaku akan tetap mempertahankan tanaman jagung miliknya hingga berbuah. Meski dengan hasil minimal ia menyebut hasil panen jagung miliknya akan dibeli oleh bos jagung. Sebab hasil penjualan jagung saat panen akan dikurangi dengan utang yang dipakai sebagai modal menanam jagung.

Sumardiono, petani jagung sekaligus pemilik ternak sapi limousin mengaku membabat jagung layu untuk pakan. Tanaman jagung yang layu dimulai dari bagian akar,batang hingga daun. Peristiwa lonyotnya tanaman jagung menurutnya tidak bisa dipulihkan dengan obat kimia. Meski sebagian hama diperkirakan imbas dari jamur selama penghujan sebagian tanaman tidak bisa diselamatkan.

“Langkah terbaik agar tidak menular ke tanaman lain batang jagung yang layu dijadikan pakan ternak,” beber Sumardiono.

Pemilik tiga ekor sapi limousin itu memastikan tanaman jagung yang diberikan sebagai pakan harus dikeringkan. Sebab proses pengeringan batang jagung dilakukan agar meminimalisir adanya jamur. Pemberian pakan dengan batang jagung yang sudah dilayukan akan dicampur dengan jerami kering. Tanaman jagung seluas satu hektare yang digarap menurutnya dipastikan alami penurunan produksi imbas layu batang.

Lihat juga...