11 Nelayan Hilang di Pessel tak Masuk Asuransi

Editor: Koko Triarko

PADANG – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatra Barat, menyatakan 11 orang nelayan yang hilang di Air Haji, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), tidak terdaftar sebagai penerima asuransi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatra Barat, Yosmeri, mengatakan, 11 orang nelayan yang hilang saat melaut itu tidak masuk dalam asuransi nelayan, karena kapal bagan yang digunakan berukuran lebih dari 10 GT.

Ia menjelaskan, nelayan yang bisa diasuransikan ialah kapal bagan di bawah 10 GT, sehingga  11 nelayan yang hilang tersebut tidak terdaftar dalam polis asuransi 2019.

Yosmeri berharap, keluarga nelayan hilang yang hingga kini statusnya masih dicari tidak berpikir hal-hal lainnya. Tapi dapat fokus untuk berdoa, agar para nelayan itu segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Sementera itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Barat, Rumainur, mengungkapkan, hingga memasuki hari ke-8 ini belum ada tanda-tanda apa pun yang ditemukan sepanjang pencairan.

Lokasi penyisiran telah dilakukan di seluruh pulau hingga ke Mentawai dan sepanjang bibir pantai Sumatra Barat, bahkan Pemprov Bengkulu turut mengerahkan kapal untuk membantu pencarian 11 nelayan yang masih hilang.

“Untuk nelayan di Bengkulu, mereka membantu di kawasan laut perbatasan, yakni daerah Mukomuko. Dukungan ini tentu membuat seluruh tim yang bekerja, yakni Tim SAR dan BPBD, untuk lebih bersemangat bekerja di lapangan,” ujarnya.

Rumainur menyebutkan, berdasarkan informasi dari BPBD, fokus pencairan sekarang mencari petunjuk, seperti serpihan kapal dan hal-hal lain yang berhubungan yang dibawa oleh nelayan tersebut.

“Soal waktu pencairan, untuk sementara dihentikan. Tapi hal ini tidak berhenti total, bila ada nelayan atau masyarakat menemukan petunjuk, bakal dilanjutkan kembali,” jelasnya.

BPBD juga telah menyampaikan terkait penghentian sementara pencarian nelayan Air Haji kepada pihak keluarga. Setidaknya,. sejauh ini tim di lapangan telah melakukan usaha semaksimal mungkin.

Lihat juga...