Warga Duri Kosambi Keluhkan Lambatnya Bantuan
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Banjir yang melanda kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, menutup sejumlah akses jalan. Sementara, warga mengeluhkan lambatnya bantuan dari pemerintah setempat.
Dari pantauan Cendana News di lokasi, akses jalan atau transportasi mati total karena jalanan digenangi air setinggi 40 centimeter. Kendaraan umum maupun pribadi tidak bisa melintas.
Menurut salah satu warga Duri Kosambi, Kartono (27), banjir yang mengepung wilayah Duri Kosambi, khususnya di Jalan Tanah Koja RT 01-10 sampai Jalan Raya Ringroad, membuat akses jalan mati total. Ketinggian air membuat jalanan rata dengan sungai.

“Mau ke mana-mana susah, jalanan mati total. Banjirnya tinggi kurang lebih 40 centimeter,” kata Kartono, ditemui di lokasi banjir, Jalan Tanah Koja, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020) siang.
Banjir juga mengepung rumah-rumah warga, sehingga warga kesulitan untuk beraktivitas. Listrik pun padam sejak Rabu (1/1/2020) pagi.
Kartono mengatakan, sampai saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) Jakarta Barat maupun Pemerintah Pusat (Pemprov) belum memberikan bantuan di wilayahnya, sehingga membuat warga mencari konsumsi sendiri.
“Sejak kemarin pagi sampai sekarang, kami belum dapat bantuan konsumsi dari Pemkot di sini (Kelurahan Duri Kosambi). Ditambah pasokan air bersih kami sudah habis, sehingga kami beli pasokan makanan ke daerah lain,” tuturnya.
Dia berharap, Pemkot Jakarta Barat turun langsung ke daerahnya untuk melihat langsung kondisi warganya.
“Saya harap pak Lurah, Camat dan Wali Kota Jakarta Barat bisa lihat langsung kondisi kami di sini seperti apa. Listrik padam, air bersih habis dan konsumsi makanan kami menipis,” ungkapnya.
Dia juga berharap, banjir ini segera surut sehingga bisa kembali beraktivitas seperti semula.
Menurutnya, banjir setinggi 40 centimeter ini yang pertama kali sejak 2019, sebelumnya banjir hanya 10 centimeter dan cepat surut.
“Sebelumnya pernah banjir itu juga, karena diguyur hujan berjam-jam. Bukan banjir kiriman kayak gini. Biasanya cuma di daerah-daerah cekungan, enggak masuk rumah saya. Semoga saja banjirnya cepat surut, biar listrik cepat nyala dan air bersih,” ungkapnya.
Dia berharap ada bantuan perahu karet bagi warga mengungsi, karena warga sulit menerobos banjir.
Sementara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meninjau titik banjir di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam kesempatan itu, warga mengeluhkan lambannya bantuan makanan yang dikirim pemerintah.
Anies menghampiri warga Duri Kosambi yang terdampak banjir. Di sana, warga mengeluhkan soal lambannya bantuan makanan yang semestinya diterima oleh warga korban terdampak banjir.
Menanggapi hal itu, Anies meyakinkan kepada para warga, bahwa bantuan akan segera datang. Menurut Anies, bantuan sedang dalam perjalanan. “Sekarang sedang dalam perjalanan,” pungkasnya.