Tanaman Durian Unggulan Sikka Sudah Dideterminasi
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Beberapa jenis tanaman pertanian dan perkebunan yang ada Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mendapatkan determinasi atau proses identifikasi sehingga sudah diketahui pasti ciri-ciri dan keunggulan tanaman tersebut.
Tanaman durian kini mulai dikembangkan di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Sikka seperti Hewokloang, Doreng, Bola serta Nita dan mulai marak diperjualbelikan hingga ke luar daerah.
“Tanaman durian di Sikka sudah kami lakukan determinasi tahun 2018 sehingga saat pengadaan bantuan bibit tanaman tidak mengalami kesulitan,” kata Inosensius Servianus Siga, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Pemkab Sikka, Rabu (15/1/2020).

Dikatakan Ino sapannya, determinasi dilakukan mengingat beberapa kali terdapat program pengadaan bibit tanaman durian untuk dibagikan kepada masyarakat yang ditangani Dinas Pertanian tidak berhasil.
Bibit tanaman yang didatangkan dari Pulau Jawa sebutnya, banyak yang mati dan tidak bisa dibagikan kepada petani untuk dikembangbiakan sehingga Dinas Pertanian berpikir untuk mencari bibit lokal.
“Makanya kami tidak kesulitan lagi bila ada dana pengadaan bantuan bibit tanaman durian kepada petani karena tanaman durian di Sikka sudah dilakukan identifikasi dan sertifikasi,” ungkapnya.
Ada beberapa komoditi unggulan di Kabupaten Sikka, terang Ino seperti kelapa dalam di Kecamatan Nita yang sudah mendapatkan identifikasi dan sertifikasi sehingga bibitnya bisa diperjualbelikan secara luas dan menjadi bibit unggul.
Buktinya kata dia, bibit kelapa dalam dipilih Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) NTT dibagikan kepada kelompok tani di Kabupaten Sikka melalui lembaga Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Maumere.
“Tahun 2020 ini kita akan lakukan determinasi pohon induk pala dan cengkeh dan ke depannya akan diperjuangkan tanaman perkebunan lainnya. Dengan begitu sudah ada sertifikasinya sehingga tidak kesulitan untuk pengadaan bibit tanaman tersebut,” jelasnya.
Carolus Winfridus Keupung yang juga Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) mengapresiasi langkah yang ditempuh Dinas Pertanian sebab menurutnya banyak komoditi pertanian dan perkebunan yang bisa dikategorikan bibit unggul.
Tanaman kakao lokal di Kabupaten Sikka pun, kata Wim, sapaannya harus dikembangkan menjadi sebuah tanaman perkebunan yang bisa dijadikan bibit unggul dan bisa dijual ke luar daerah.
“Selama ini kami selalu memotivasi kader tani kami untuk melakukan penelitian dan pemuliaan benih lokal padi dan lainnya yang mulai hilang. Benih lokal memiliki keuntungan karena adaptasi terhadap iklim dan cocok dengan tanah disini,” ungkapnya.