Tak Bisa Pakai KS, Malik Berharap Bantuan Berobat Istrinya
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Malik (46), warga Jatimurni, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat, tak bisa berbuat banyak untuk biaya pengobatan istrinya karena mengalami kanker payudara.
Malik, hanya mengandalkan Kartu Sehat (KS) berbasis NIK milik Pemkot Bekasi. Sementara oleh Rumah Sakit Umum Kota Bekasi istrinya Enih Nasiran (38) harus menjalani perawatan lebih lanjut dengan dirujuk ke salah satu rumah sakit di Jakarta.
“Saya sudah ke rumah sakit di Jakarta, tetapi di sana tidak bisa menggunakan Kartu Sehat. Untuk biaya sekali berobat seperti kemoterapi di sana harus menyediakan dana Rp1,5 juta. Dari mana saya uang itu sedangkan saya pengangguran karena sudah di PHK dari tempat kerja,” jelas Malik kepada Cendana News saat mencari bantuan di jalan Parpostel arah Villa Nusa Indah, Kota Bekasi, Sabtu (11/1/2020).

Malik hanya bisa mencari perhatian untuk bisa mendapatkan bantuan dengan memasang tulisan di kendaraannya bertuliskan butuh biaya pengobatan istri karena menderita kanker payudara.
Harapannya tentu ingin menyentuh hati kalangan dermawan agar bisa mencarikan jalan keluar untuk istrinya, bisa ditangani di rumah sakit. Karena dia tidak lagi menjadi peserta BPJS.
“Saya hanya punya KS, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi. Apalagi ini perawatan harus ke rumah sakit di luar Kota Bekasi. Disana tidak mau pakai KS,” ujar Malik.
Dia mengaku nekat mencari bantuan dengan membuat tulisan di motor lalu nongkrong di pinggir jalan karena bjngung harus bagaimana lagi untuk membantu biaya pengobatan istrinya. Sementara dia juga harus memenuhi kebutuhan tiga putri untuk sekolah dan makan sehari-hari.
Malik, mengaku tinggal di Jatimurni dengan mengontrak. Sebelumnya tinggal di rumah mertua sebelum rumahnya dibeli oleh keluarga istrinya yang lebih tua.
“Bingung kerja ya nggak, sekarang ngontrak saya bingung, mau bagaimana lagi untuk bisa membawa berobat istri saya. Dia baru terdeteksi Oktober 2019,” tukasnya.
Diakui saat ini istrinya masih beraktivitas ringan di rumahnya. Tetapi ketika malam maka rasa nyeri melanda istrinya. Melihat kondisi itu Malik mengaku sangat kasihan melihatnya.
Semua barang berharga miliknya sudah terjual dan tergadai untuk biaya hidup. Bahkan selama dua hari memasang tulisan permohonan bantuan di motor. Sudah ada dua yayasan yang mau membantu, tetapi sampai sekarang tidak ada kejelasan.